Text
Analisa Teknis Dan Ekonomi Alat Sangrai Kopi
Kopi adalah tanaman hasil pertanian yang di jadikan minuman hasil seduhan biji kopi
yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Pembentukan aroma dan rasa kopi
sesungguhnya terjadi pada waktu biji bersuhu 140º-160ºC pada proses penyangraian yang
dapat mencapai suhu 230ºC. Pengujian terhadap penyangraian kopi tipe rotary dilengkapi
pre- heater yang mana hasil penelitian diketahui bahwa kadar air paling rendah dan energi
paling tinggi kebutuhan diperoleh pada suhu 200ºC sebesar 0,60% dengan kebutuhan energi
sebesar 605,09 kJ dan efisiensi tertinggi diperoleh pada suhu 180ºC selama 8 menit
yaitu33,43%. Teknik penyangraian merupakan salah satu penyebab yang ikut
mempengaruhi mutu kopi bubuk. Faktor penyangraian yang mempengaruhi mutu antara lain
adalah bahan baku (kopi beras), proses penyangraian meliputi: ketrampilan operator,
pengadukan biji kopi dalam silinder, suhu udara dalam silinder penyangrai, sumber
pemanas/api yang digunakan, dan kegiatan pasca penyangraian (teknik pendinginan).
Masalah yaitu untuk mengetahui biaya produksi serta hasil warna dari alat sangrai kopi dari
variasi waktu dan temperatur. poros berputar maka silinder sangrai akan berputar setelah itu
silinder sangrai dipanaskan menggunakan api yang dihasilkan dari bahan bakar, kemudian
masukan biji kopi kedalam corong yang mana kopi tersebut akan diaduk sambil dipanaskan.
Keuntungan per cangkir bisa mencapai Rp 5.000. Jika dalam 1 hari bisa menjual 50 cangkir,
maka keuntungan yang didapatkan bisa mencapai Rp 250.000. Maka dalam 3 hari penjualan
telah dapat mengembalikan biaya pembelian mesin dengan harga Rp 626.750. Hasil
pengujian 3 variasi putaran, waktu, dan temperatur mendapatkan berbagai warna yang biasa
dijadikan acuan untuk komposisi kopi yang menarik untuk diseduh oleh konsumen.
Kata Kunci: Kopi, Putaran, Komposisi, Warna, Sangrai, Suhu.
Tidak tersedia versi lain