Text
PERBANDINGAN PRESTASI ALAT PENGERING RESIRKULASI ALIRAN CAMPUR DENGAN SISTEM HYBRID UNTUK MENGERINGKAN PADI ANTARA SUHU 60C DENGAN 70C
Pada dasarnya padi setelah di panen mempunyai kadar ait cukup tinggi yaitu sekitar
27% basis basah. Untuk dapat di simpan dengan jangka waktu yang lama padi harus
di keringkan sampai kadar air pada padi sekitar 14% basis basah. Untuk melakukan
pengeringan pada padi umumnya memerlukan energi panas untuk mengurangi kadar
air pada padi tersebut. Namun kebanyakan petani di Sumatera Barat masih
mengeringkan padi dengan metoda tradisonal yaitu menjemur secara langsung di
bawah sinaran matahari (sun drying) dan pengering buatan (artificial dryer). Maka
dari itu perlunya inovasi teknologi pengeringan yang dapat mengatasi permasalah
tersebut. Untuk mengetahui prestasi alat pengering tipe Resirkulasi Aliran Campur
menggunakan pemanas mula udara, untuk itu dilakukan bebeberapa pengujian. Hasil
penelitian ini menemukan kinerja alat pengering resirkulasi aliran campur
terintegrasi dengan kolektor surya dan tungku biomassa untuk mengeringkan padi
pada temperatur 70°C sedikit lebih cepat proses pengeringannya dari temperatur
60°C dikarenakan perbandingan penurunan kadar air per 30 menit tidak terlalu jauh
yaitu 60°C sebesar 0,28% dan 70°C sebesar 0,33%, kemudian laju pengeringan rata-
rata pada suhu 60°C adalah sebesar 2,682 kg/jam sedangkan 70°C yaitu 3,184 kg/jam.
Tetapi untuk penggunaan arang tempurung, temperatur 60°C 14 kg dan 70°C 17 kg.
selain itu prestasi alat pengering resirkulasi aliran campur dengan system hybrid
mampu mengeringkan padi hingga kadar air 12,60 % dengan waktu 6 jam.
Kata kunci : Padi, pengeringan, resirkulasi aliran campur, hybrid, prestasi alat
Tidak tersedia versi lain