Text
ANALISA TEKNIS DAN EKONOMI ALAT PENGIRIS SINGKONG KAPASITAS 20 KG/JAM
Sekarang ini banyak dijumpai penjual keripik ubi yang umumnya dibuat atau dikerjakan
dirumah-rumah sebagai industri rumah tangga, artinya masih jarang sebuah pabrik besar
yang khusus memproduksi kripik ubi. Alat yang digunakan adalah mesin yang
menggunakan penggerak manual atau dengan tenaga manusia, sehingga produksinya
tidak optimal. Atas dasar itulah perlunya memperkecil kendala yang dihadapi oleh para
produsen keripik ubi, dengan cara merancang ulang alat perajang ubi dan menganalisis
biaya produksinya. Biaya produksi adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur
dalam satuan uang yang akan terjadi dan kemungkinan akan terjadi untuk mencapai
tujuan tertentu. Dalam hal ini penulis melakukan analisis biaya produksi pada
perancangan alat perajang ubi. Analisis biaya berisikan mengenai analisis Break Event
Point dimana menjelaskan tentang hubungan antara biaya, volume produksi, harga jual
dalam rangka memperoleh gambaran ulang pokok perusahaan. Tujuan dari penelitian
ini adalah melakukan analisa teknis alat pengiris singkong dan melakukan analisis
ekonomi alat pengiris singkong. Berdasarkan penjelasan dari laporan ini dapat di
simpulkan bahwa produk yang harus dijual untuk mencapai Break Even Point (BEP)
sebanyak 252 produk dan mesin pengiris singkong ini terdiri dari tiga komponen yaitu
unit rangka, unit transmisi, dan unit produksi.
Kata kunci : alat pengiris, singkong, Biaya produksi
Tidak tersedia versi lain