Text
Pemanfaatan Energi Surya untuk Mencukupi Kebutuhan Air untuk Irigasi Sumatera Barat di Desa Bandar Panduang Air Mutuih Kota Solok
ABSTRAK
Pada tahun 1980-an banyak dibangun irigasi pompanisasi untuk daerah irigasi yang sumber airnya lebih rendah dari kawasan yang akan diairi. Rata-rata pompa irigasi tersebut menggunakan bahan bakar solar untuk operasionalnya dan dikelola oleh petani. Semenjak harga solar naik tajam, petani tidak mampu lagi membiayai operasi pompa. Akibatnya pompa sudah lama tidak berfungsi (± 20 tahun) dan sawah-sawah pada daerah irigasi tersebut kembali berubah fungsi menjadi sawah tadah hujan. Selain itu mengingat luas daerah irigasi tadah hujan dan daerah irigasi yang sudah terlantar selama ini (50.294 hektar ) karena tidak mendapat suplai air dapat berfungsi. Masalahnya adalah pompa air dengan bahan bakar solar membutuhkan biaya yang besar untuk operasinya. Untuk mengatasi masalah tersebut, kini sudah tersedia sumber energy alternatif berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang bisa digunakan untuk operasional pompa guna menaikkan ke daerah irigasi popular dengan sebutan pompa tenaga surya (Solar Cell Pump).
Hasil analisis untuk kebutuhan air daerah irigasi seluas 92 Ha, dengan kebutuhan air lapangan 3,17 liter/detik/ha debit alirannya adalah 0,3431 m3/det. Jika pemberian airnya dengan kapasitas penuh (Q 100%), maka daya pompa yang dibutuhkan adalah 48319 watt atau 48,32 KW, sehingga diperoleh jumlah panel surya sebanyak 322 m2 dengan kapasitas panel 150 m2/det. Jika digunakan kapasitas panel 1500 m2/det diperoleh jumlah panel sebanyak 32 m2 dengan waktu operasional selama 6 jam 33 menit. Tentunya sistem pemberian air dilakukan dengan sistem rotasi.
KATA KUNCI : kebutuhan air irigasi, pompa tenaga surya, sawah tadah hujan
Tidak tersedia versi lain