Text
Analisa Efisiensi Alat Pengering Efek Rumah Kaca Untuk Mengeringkan Kacang Tanah (Arachis Hypogaea. L)
Kacang tanah merupakan tanaman pangan berupa semak yang berasal dari Amerika Selatan , tepatnya berasal dari Brazilia, , kacang tanah ini pertama kali masuk ke Indonesia pada awal abad ke 17, dibawa oleh pedagang Cina dan Portugis. Kacang tanah banyak digunakan sebagai bahan makanan dan juga dapat di manfaatkan sebagai pakan ternak, kacang tanah yang dikeringkan masih berkualitas cukup rendah. Hal ini disebabkan karena petani kacang tanah masih mengeringkan kacang tanah dengan metode tradisional (menjemur secara langsung dibawah sinar matahari) dan juga pada metode ini membutuhkan waktu yang lama. Untuk mengatasi masalah tersebut maka dirancang dan dibuat sebuah alat pengering yaitu Alat Pengering Efek Rumah Kaca (ERK). Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan effisiensi dan juga membandingkan laju pengeringan antara alat pengering efek rumah kaca (ERK) dengan pengeringan secara tradisional. Alat pengering ini terdiri dari Ruangan Pengering dan Turbin Ventilator. Alat pengering ini beroperasi dengan menggunakan energi matahari dan energi angin. Pada penelitian ini, kacang tanah yang dikeringkan dengan kadar air awal 48% sebanyak 27 kg. penelitian ini dilakukan di Institut Teknologi Padang. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh effisiensi dari alat pengering efek rumah kaca 44,1%. Laju pengeringan kacang tanah dengan menggunakan pengering ERK lebih besar dari pada pengeringan metode tradisional. Pada alat pengering ERK kacang tanah dikeringkan hingga kadar air 7,6% selama 20 jam pengeringan (3 hari), sedangkan dengan menggunakan pengeringan metode tradisional kacang tanah dikeringkan hingga kadar air 7,6% selama 27 jam pengeringan (4 hari).
Kata Kunci : Turbin ventilator, Alat pengering ERK, Effisiensi, dan Laju Pengeringan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain