Perpustakaan Institut Teknologi Padang

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Analisa Efisiensi Alat Pengering Efek Rumah Kaca Untuk Mengeringkan Kacang Tanah (Arachis Hypogaea. L)
Penanda Bagikan

Text

Analisa Efisiensi Alat Pengering Efek Rumah Kaca Untuk Mengeringkan Kacang Tanah (Arachis Hypogaea. L)

Windo Asmond - Nama Orang;

Kacang tanah merupakan tanaman pangan berupa semak yang berasal dari Amerika Selatan , tepatnya berasal dari Brazilia, , kacang tanah ini pertama kali masuk ke Indonesia pada awal abad ke 17, dibawa oleh pedagang Cina dan Portugis. Kacang tanah banyak digunakan sebagai bahan makanan dan juga dapat di manfaatkan sebagai pakan ternak, kacang tanah yang dikeringkan masih berkualitas cukup rendah. Hal ini disebabkan karena petani kacang tanah masih mengeringkan kacang tanah dengan metode tradisional (menjemur secara langsung dibawah sinar matahari) dan juga pada metode ini membutuhkan waktu yang lama. Untuk mengatasi masalah tersebut maka dirancang dan dibuat sebuah alat pengering yaitu Alat Pengering Efek Rumah Kaca (ERK). Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan effisiensi dan juga membandingkan laju pengeringan antara alat pengering efek rumah kaca (ERK) dengan pengeringan secara tradisional. Alat pengering ini terdiri dari Ruangan Pengering dan Turbin Ventilator. Alat pengering ini beroperasi dengan menggunakan energi matahari dan energi angin. Pada penelitian ini, kacang tanah yang dikeringkan dengan kadar air awal 48% sebanyak 27 kg. penelitian ini dilakukan di Institut Teknologi Padang. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh effisiensi dari alat pengering efek rumah kaca 44,1%. Laju pengeringan kacang tanah dengan menggunakan pengering ERK lebih besar dari pada pengeringan metode tradisional. Pada alat pengering ERK kacang tanah dikeringkan hingga kadar air 7,6% selama 20 jam pengeringan (3 hari), sedangkan dengan menggunakan pengeringan metode tradisional kacang tanah dikeringkan hingga kadar air 7,6% selama 27 jam pengeringan (4 hari).
Kata Kunci : Turbin ventilator, Alat pengering ERK, Effisiensi, dan Laju Pengeringan.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
1311-064
Penerbit
- : FTI-ITP., 2013
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
2008110017
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Windo Asmond
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Institut Teknologi Padang
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?