Perpustakaan Institut Teknologi Padang

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Pengaruh Lingkungan Minyak Mentah Terhadap Laju Korosi pada Pipa Baja Karbon dan Pipa Galvanis
Penanda Bagikan

Text

Pengaruh Lingkungan Minyak Mentah Terhadap Laju Korosi pada Pipa Baja Karbon dan Pipa Galvanis

Jumarlis - Nama Orang;

Dalam industri minyak dan gas, pipeline merupakan komponen utama yang digunakan sebagai sarana distribusi dan transmisi minyak, gas dan air baik di daratan (onshore) maupun di lepas pantai (offshore). Minyak mentah (Crude oil) yang baru diambil dari perut bumi terdiri dari 3 komposisi utama yaitu minyak,gas dan air. Minyak mentah sendiri berisi dari berbagai macam unsur-unsur kimia, umumnya campuran organic ( hidrokarbon), oksigen, sulfur dan nitrogen, air, garam, H2S dan campuran organic lainnya. Permasalahan yang sering dihadapi oleh pipeline pada lepas pantai (offshore) dan darat (onshore) dalam industry minyak dan gas adalah terjadinya korosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan minyak mentah terhadap laju korosi pipa baja karbon dan galvanis, baik dilihat dari pengamatan visual maupun dari besarnya laju korosi yang terjadi. Proses pengorosian pipa baja karbon dan pipa galvanis dilakukan dalam medium minyak mentah dengan temperatur ruangan 29 - 38 OC. Dari hasil pengamatan korosi dan laju korosi kedua sampel, terlihat bahwa spesimen setelah waktu perendaman hari ke 36 sampai hari ke 47, spesimen mengalami korosi permukaan yang merata. Terjadinya perubahan warna ini sebagai suatu bentuk produk korosi merata (karat). Adapun produk korosi yang lain adalah terbentuknya korosi sumuran dengan adanya bintik-bintik kecil. Sedangkan laju korosi sampel pipa galvanis lebih besar laju korosi yakni 0,2996 mpy dari pada sampel pipa baja karbon 0.1242 mpy. Hal ini disebabkan oleh adanya unsur-unsur kimia yang dimiliki minyak mentah, utamanya H2N, H2O, CO2, O2 yang sangat agresif, dimana unsur H2N, H2O, CO2, O2 ini bila kontak dengan Fe akan mempercepat terjadinya korosi.
Kata kunci : Pipa Baja Karbon Dan Pipa Galvanis, Korosi, Minyak Mentah.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
1311-044
Penerbit
- : FTI-ITP., 2013
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
2008110026
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Jumarlis
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Institut Teknologi Padang
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?