Text
Analisis Spasial Risiko Banjir Bandang Akibat Keruntuhan Bendungan Koto Pulai pada Das Batang Air Dingin Bagian Hilir Kota Padang (Studi Kasus Das Batang Kuranji dan Validasinya )
ABSTRAK
Banjir bandang merupakan bencana alam yang dapat merenggut banyak nyawa yang berakibat pada penghancuran sifat dan degradasi lahan. Banjir bandang dapat terjadi dikarenakan berbagai hal salah satunya akibat keruntuhan bendungan. Tujuan penelitian dalam tugas akhir ini yaitu untuk menentukan kawasan risiko banjir bandang akibat keruntuhan bendungan di bagian hilir pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Air Dingin Kota Padang dengan analisis hidrologi yang menghasilkan debit puncak banjir sebesar 1326,505 m³/detik. Parameter yang digunakan dalam menetukan tingkat risiko banjir bandang yaitu curah hujan, kemiringan lereng, penggunaan lahan, jenis tanah. Tingkat curah hujan di Stasiun Gunung Sarik yaitu 2500 - 3000 mm/ tahun sedangkan tingkat curah hujan di Stasiun Kasang yaitu 2000 – 2500 mm/ tahun. Didapatkan Kelas Kemiringan Lereng pada DAS Batang Air Dingin pada kemiringan 0
– 8% yaitu daerah datar, kemiringan >8 - 15% yaitu daerah landai, kemiringan >15 -
25% yaitu daerah agak curam, kemiringan >25 - 450 – 8% yaitu daerah curam, kemiringan >45% yaitu daerah sangat curam.
Analisis spasial yang dilakukan yaitu overlay terhadap semua peta yang menjadi parameter banjir. Dari hasil analisis diperoleh bahwa daerah kawasan banjir terdiri dari tiga klasifikasi yaitu rawan banjir, sedang dan daerah tidak rawan banjir dan didapatkan genangan pada daerah hilir DAS Batang Air Dingin. Klasifikasi tingkat risiko banjir bandang ini berguna untuk memberikan informasi untuk meminimalisir risiko banjir bandang yang terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Air Dingin.
Kata Kunci : Analisis Spasial, Risiko, Banjir Bandang, Keruntuhan Bendungan, GIS
Tidak tersedia versi lain