Text
Studi Analisis Persimpangan Prioritas di Simpang Anduring Kota Padang
ABSTRAK
Padang merupakan salah satu kota di Indonesia dan juga merupakan salah satu Ibukota
Provinsi yaitu Sumatera Barat. Kota Padang memiliki jumlah penduduk di tahun 2017 ± 927.168 jiwa (BPS Kota Padang, 2017) dimana tiap tahunya mengalami peningkatan. Dikota Padang terdapat satu dari sekian banyak persimpangan yaitu Persimpangan yang menghubungkan jalan Anduring dengan jalan Andalas. Persimpangan tersebut merupakan persimpangan yang memliliki lampu pengatur lalu lintas namun tidak berfungsi sebagaimana seharusnya. Daerah di sekitar persimpangan jalan tersebut termasuk kawasan bisnis, perdagangan dan pendidikan sehingga memiliki lalu lintas yang kompleks dan tingkat pertumbuhan lalu lintas yang cepat. Penelitian ini bertujuan mengkaji permasalahan tersebut dengan menganalisis tingkat pelayanan dipersimpangan Anduring Kota Padang dan memberikan solusi alternatif terbaik pada persimpangan tersebut. Dari hasil survey kinerja Simpang Tiga Anduring Kota Padang yang dilaksanakan selama 3 ( tiga) hari, didapat data volume lalu lintas dengan jam puncak pada hari Senin tanggal 12 Agustus 2019 pukul 07.00 – 08.00 wib dengan nilai total volume lalu lintas (Qtotal) 1644 smp/jam dengan nilai kapasitas (C) 2422,85 smp / jam. Untuk nilai derjat kejenuhan (DS) 0,68, artinya Simpang Tiga Anduring Kota Padang masuk pada Tingkat pelayanan C dengan memiliki arus lalu lintas stabil dan pergerakan dibatasi oleh volume lalu lintas dengan volume lalu lintas sedang dan pengemudi memiliki kebebasan yang sangat terbatas dalam menjalankan kendaraan sesuai dengan penjelasan , dan untuk nilai peluang antrian (QP %) 19,06 % 61,6 %. Dilihat dari hasil perhitungan pada data volume lalu lintas dengan jam puncak tersebut, tingkat kinerja Simpang Tiga Anduring Kota Padang tingkat pelayanan diatas hampir mendekati level D. Adapun masalah yang dihadapi pada persimpangan tersebut adalah kurangnya rambu – rambu lalulintas disekitar persimpangan, seperti rambu–rambu kendaraan yang mengisyaratkan agar kendaraan dilarang berhenti disekitar lengan simpang dan untuk dilarang untuk berputar dilengan persimpangan. Melalui uji kuisioner yang disebar kepada 100 responden terhadap pengguna jalan didapatkan persepsi bahwa tingkat gangguan pada Simpangan Tiga Anduring Kota Padang Pada penelitian ini berada pada rentang 75% - 100% yaitu 75,12% sehingga berada pada kategori “sangat sering”. Terbukti melalui uji validitas terhadap setiap pertanyaan dengan Korelasi Pearson Product Moment (rxy hitung > r tabel
= 0,196) dan t hitung > t tabel = 1,6605), yang memenuhi kriteria “valid” dan uji reabilitas instrumen dengan Cronbach Alpha (α) > r tabel = 0,196, yang memenuhi kriteria “reliable.
Kata kunci : Kapasitas Persimpangan, Derajat Kejenuhaan, Tundaan, peluang antrian
Tidak tersedia versi lain