Text
Identifikasi Persebaran Kerapatan Titik Panas di Sumatera Barat dari Tahun 2014 Sampai Tahun 2018
ABSTRAK
Titik panas ( Hotspot ) merupakan indikator terjadinya kebakaran lahan di suatu lokasi yang memiliki suhu relatif lebih tinggi dibandingkan dengan suhu disekitarnya. Berdasarkan letak Geografis Provinsi Sumatera Barat adalah berada di 1º 54’ LU dan 3º
30’ LS serta 98º 36’ - 101º 53’ BT. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi Sebaran Kerapatan dan menganalisis tingkat kerapatan di setiap daerah yang memiliki titik hotspot yang rapat di sumatra barat.
Identifikasi titik hotspot ini menggunakan data koordinat titik hotspot dari Dinas Kehutanan dari tahun 2014 sampai tahun 2018. Metode pengolahan data pada penelitian menggunakan metode kernel density dalam aplikasi ArcGIS untuk menentukan titik Kerapatan di Sumatra Barat.
Berdasarakan hasil analisis maka diperoleh daerah yang masuk kategori yang paling rapat adalah Kabupaten Dharmasraya dan Pesisir Selatan pada tahun 2014 dan 2016 di Kabupaten Darmasraya yaitu sebanyak 31 titik hotspot dan menurun menjadi 21 titik pada tahun 2016, Sedangkan pada tahun 2018 memiliki 20 titik hotspot yang memiliki tingkat kerapatan yang tinggi. Faktor penyebab terjadi kerapatan titik hotspot tersebut adalah pembukaan lahan baru dan lahan gambut apabila dilihat dari peta tutupan lahan.
Kata Kunci : Titik Panas, Kernel Density, ArcGIS.
Tidak tersedia versi lain