Text
Pemetaan Daerah Rawan Banjir Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus Kota Solok)
Abstrak
Banjir merupakan salah satu dari berbagai macam bencana yang paling sering terjadi di Indonesia. Dari tahun 2012-2017 Kota Solok selalu mengalami banjir dengan area terluas terendam banjir terjadi pada tahun 2015 yaitu 457,07 Ha. Salah satu upaya untuk meminimalisir dampak negatif dari bencana banjir adalah dengan melakukan pemetaan daerah rawan banjir sistem informasi geografis (SIG) yang dapat dipakai untuk perencanaan pengendalian bencana banjir.
Pemetaan daerah rawan banjir bertujuan untuk mendapatkan persebaran tingkat kerawanan banjir dan mendapatkan faktor paling dominan yang menjadi penyebab kerawanan banjir yang terjadi di Kota Solok. Untuk mendapatkan tingkat kerawanan banjir dilakukan dengan metode skoring dan pembobotan dari parameter yang menjadi penyebab kerawanan banjir. Parameter yang digunakan adalah kemiringan lahan, ketinggian lahan, jenis tanah, curah hujan, penggunaan lahan dan kerapatan aliran yang menghasilkan empat tingkat kerawanan yaitu sangat rawan, rawan, agak rawan dan aman.
Berdasarkan hasil penelitian Kota Solok memiliki dua tingkat kerawanan yaitu agak rawan dan aman dengan persentase luas 71,827% untuk kategori agak rawan dan 28,173% untuk kategori aman. Persebaran tingkat kerawanan banjir di Kota Solok untuk kategori agak rawan tersebar pada hampir seluruh kelurahan di pusat Kota Solok, sedangkan untuk kategori aman tersebar di dua kelurahan yaitu kelurahan Laing dan Tanah Garam. Diantara parameter yang digunakan dalam penelitain ini, terdapat tiga parameter yang paling dominan yang menyebabkan kerawanan banjir di Kota Solok yaitu kerapatan aliran, kemiringan lahan dan penggunaan lahan.
Kata kunci: Kota Solok, Banjir, Kerawanan, Parameter, Skoring dan Pembobotan.
Tidak tersedia versi lain