Text
Studi Deformasi Erupsi Gunung Api Menggunakan Metode Dinsar
ABSTRAK
Gunung Marapi merupakan salah satu gunung api yang masih aktif di pulau Sumatera. Secara administrasi Gunung Marapi terletak diantara Kabupaten Agam dan Kabupaten Batusangkar yang memiliki ketinggian 2891,3 mdpl. Pada tanggal 5 Juni
2017 dan 2 Mei 2108 terjadinya peningkatan aktivitas Gunung Marapi yang menyebabkan erupsi yang mengakibatkan terjadinya perubahan atau deformasi pada permukaan Gunung Marapi. Deformasi pada permukaan Gunung Marapi dapat diukur dengan memanfaatkan citra SAR menggunakan metode Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar (DInSAR) yang diolah menggunakan software SNAP.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai deformasi dan luasan area yang mengalami deformasi pada Gunung Marapi saat erupsi tanggal 5 Juni 2017 dan 2 Mei 2018. Penelitian ini menggunakan citra sentinel 1-A tanggal 27 Mei dan 8
Juni 2017 untuk erupsi pada tanggal 5 Juni 2017, tanggal 28 April dan 10 Mei 2018 untuk erupsi pada tanggal 2 Mei 2018. Pengolahan menggunakan metode DinSAR ini terbagi dalam beberapa tahapan yaitu : InSAR Processing, DinSAR Processing, Phase Unwrapping, Phase ke deformasi, Geocoding, Subset, Raster to vektor, dan visualisasi hasil. Berdasarkan hasil dari tahapan Displacement pada kejadian erupsi tanggal 5 Juni 2017 didapatkan deformasi yang mayoritas berada pada bagian puncak Gunung Marapi dengan nilai deflasi sebesar -0,74 m sampai -0,77 m dengan memiliki luasan 0,1378 Ha, sedangkan untuk kejadian erupsi tanggal 2 Mei 2018 didapatkan deformasi terjadi hampir merata di permukaan gunung dengan nilai deflasi sebesar -0,19 m sampai -0,204 m dengan memiliki luasan 14.400 Ha.
Kata Kunci : Deformasi, DInSAR, Sentinel 1-A, Gunung Marapi.
Tidak tersedia versi lain