Text
Analisis Daerah Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan
Abstrak
Menurut data Unit Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (UPKHL) Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Dharmasraya adalah salah satu daerah rawan kebakaran hutan dan lahan dikarenakan memiliki jumlah titik panas (Hotspot) yang banyak terdata di Provinsi Sumatera Barat. Pencegahan kebakaran hutan dan lahan dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain melalui: pengembangan sistem peringatan dini kebakaran, meningkatkan teknik pencegahan dan lain-lain.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis daerah rawan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Dharmasraya berupa luas daerah rawan kebakaran hutan dan lahan dan pembuatan peta daerah rawan kebakaran hutan dan lahan Kabupaten Dharmasraya. Potensi daerah rawan kebakaran hutan dan lahan dianalisis dalam lima kelas yaitu sangat rawan, rawan, sedang, rendah, dan tidak rawan.
Penelitian ini menghasilkan analisis spasial yang menunjukkan bahwa seluas 31933
Ha (10,52%) dari wilayah Kabupaten Dharmasraya merupakan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan dengan kategori sangat rawan. Daerah rawan kebakaran hutan dan lahan dengan kategori rawan seluas 159033 Ha (52,40%), daerah rawan kebakaran hutan dan lahan dengan kategori sedang seluas 97473 Ha (32,12%), daerah rawan kebakran hutan dan lahan dengan kategori rendah seluas 10577 Ha (3,48%) dan dearah rawan kebakaran hutan dan lahan dengan kategori tidak rawan seluas 4441 Ha (1,46%). Dan menghasilkan peta daerah rawan kebakaran hutan dan lahan Kabupaten Dharmasraya dengan kategori sangat rawan terjadi pada penutupan lahan seperti perkebunan, kategori rawan terjadi pada penutupan lahan seperti pertanian lahan kering, kategori sedang terjadi pada penutupan lahan seperti hutan lahan kering perimer, kategori rendah terjadi pada penutupan lahan seperti hutan lahan kering sekunder, dan kategori tidak rawan terjadi pada penutupan lahan seperti rawa.
Kunci: Hotspots, Sistem Informasi Geografis, Skoring, Rawan kebakaran.
Tidak tersedia versi lain