Text
Analisa Penanganaan Batang Balingka dengan Menggunakan Bangunan Sabodam dan Grounsil
Abstrak
Bangunan pengendali banjir dan pengendali sedimen ini terletak disebelah utara kota Padang Sumatera Barat. Stabilitas bangunan ini dimaksudkan adalah keseimbangan bangunan ditinjau dari segi fondasi sebagai akibat beban-beban yang bekerja pada bagian ini seperti: tekanan tanah, air, dan pengaruh gempa bumi. Sedangkan pengaruh berat sendiri ditentukan oleh bentuk dan besarnya bangunan tsb sesuai dengan dimensi hidrolik yang dihitung dengan analisis hidrolika. Dimensi ketebalan lantai akan dihitung dengan metoda Lane yang memperhitungkan adanya tekanan uplift dan kontrol terhadap piping dihilir bangunan. Sedangkan creep ratio menurut lane ditentukan pada jenis fondasi yang berada dibawah bangunan. Kondisi yang paling kritis adalah kestabilan terhadap adanya gempa bumi yang sering menjadi masalah di Indonesia ini. Oleh karena itu disini menggunakan Peta Gempa Indonesia tahun
2017 yang dikeluarkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum. Stabilitas Bangunan Air ditentukan untuk mencari faktor keamanan terhadap : guling, geseran, daya dukung fondasi dan gaya apung (uplift). Untuk analisis yang teliti disini menggunakan metoda FNP (Finite Nodal Point) yang merupakan pengembangan dari metoda stabiltas bendungan gravitasi yang dibuat oleh USBR (United States Bureau of Reclamation). Aplikasinya dapat dikembangkan untuk stabilitas bangunan air pada umumnya seperti: bending, pelimpah, dinding penahan tanah, menara dan bagian-bagian bangunan air pada umumnya. Pada bangunan pengendali banjir dan sedimen Sianok akan diperiksa stabilitasnya yaitu pada banguna-bangunan : ground-sill, sabo dam dan dindingnya, serta potongan-potongan melintang bangunan pentiing.
Kata kunci : Bangunan Pengendalian Banjir dan Pengendali Sedimen.
Tidak tersedia versi lain