Text
Analisa Kinerja Tungku Biomassa pada Alat Pengering Sirkulasi untuk Mengeringkan Padi
ABSTRAK
Saat ini di Indonesia pada umumnya masih menggunakan sumber energi tak terbarukan yang dapat habis. Dalam pemanfaatan energi diperlukan kebijakan dan pengaturan yang lebih baik dan terencana, yang dikenal dengan konvesi energi atau yang biasa disebut dengan energi baru dan terbarukan. Pemanfaatan energi baru dan terbarukan ini biasanya digunakan oleh petani untuk mengeringkan padi, dimana proses pengeringan memanfaatkan energi pada matahari membutuhkan waktu yang lama yaitu sekitar 4-5 hari. Adanya perubahan iklim dan cuaca, menjadi kendala oleh para petani pada saat proses pengeringan menggunakan sinaran matahari. Tujuan penelitian ini dilaksanakan untuk menguji kinerja alat penukar panas (tungku biomassa) pada alat pengering padi sirkulasi untuk mengeringkan padi. Alat penukar panas merupakan alat yang menghasilkan perpindahan panas dari suatu fluida ke fluida lainnya. Dimana efektivitas dari alat penukar panas ini dapat dipengaruhi oleh konduktivitas termal pada bahan atau material yang digunakan. Secara teori kenaikan kecepatan fluida akan menyebabkan naiknya nilai efektivitas. Alat ini dioperasikan menggunakan energi listrik dan menggunakan arang tempurung kelapa sebagai bahan bakarnya. Pada penelitian ini, udara dialirkan menggunakan blower pada pipa-pipa yang terlebih dahulu dipanaskan dengan udara hasil pembakaran arang tempurung kelapa. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa semakin tinggi kecepatan fluida, maka nilai efektivitasnya akan semakin tinggi juga. Ini disebabkan meningkatnya nilai Nusselt Number sehingga koefisien konveksi semakin tinggi dan juga mempengaruhi perpindahan panas yang terjadi. Pada penelitian ini, nilai efektivitas tertinggi sebesar 0,29.
Kata kunci : Alat Penukar Panas, Kinerja, Efektivitas, Bilangan Nusselt Number dan Perpindahan Panas.
Tidak tersedia versi lain