Text
Kajian Penggunaan Bahan Perekat Alami Pada Briket Serat TKKS Dengan Mesin Briket Sistem Piston Press Hydraulic
ABSTRAK
Biomassa merupakan salah satu sumber energi baru dan terbarukan yang potensinya sangat melimpah di Indonesia, tetapi penggunaannya belum optimal. briket adalah suatu padatan yang dihasilkan melalui proses pemadatan dan pemberian tekanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bahan tambah perekat pada briket terhadap kualitas penyalaan, nilai kalor pada briket limbah biomassa menggunakan Mesin Sistem Piston Hydraulic Press. Bahan utama pembuatan briket ini adalah serat berbahan limbah biomassa meliputi serat TKKS, limbah kulit pisang dan tepung tapioka sebagai perekat dengan rasio
80% 15% 5% vol. Serat TKKS dihaluskan menjadi ukuran mesh 16. Pada pengujian penyalaan briket TKKS dengan variasi perekat didapatkan waktu paling tinggi yakni briket dengan perekat tepung kanji dengan waktu penyalaan 13 menit, Temperatur api briket tertinggi dari ketiga jenis variasi perekat yakni briket dengan kulit pisang dengan suhu 364,2 oC, Pada pengujian drop test seiring dengan perbedaan variasi perekat yang meningkat secara signifikan dimulai dari tepung kanji, kulit pisang dan tanpa perekat, berkisar antara 0,012-
0,305gram, briket dengan perekat tepung kanji menghasilkan nilai kalor yang lebih tinggi dibandingkan briket perekat kulit pisang yakni 4020,2-3896,3kal/gram
Kata kunci : Biobriket, Nilai kalor, Drop test, Uji nyala api
Tidak tersedia versi lain