Text
Pengaruh Penambahan Serbuk Arang Aktif Cangkang Kemiri Terhadap Kekerasan dan Laju Keausan Komposit Serbuk Cangkang Kemiri/Epoxy
ABSTRAK
Kemiri (Aleurites moluccana Wild) merupakan salah satu komoditas Hasil Hutan Non Kayu (HHNK) penting yang dapat tumbuh subur pada tanah berpasir dan bahkan tanah yang kurang subur sekalipun. Tempurung biji kemiri memiliki sifat keras, cukup tebal dan berkayu, dan umumnya (60-70%) merupakan limbah. Karbon aktif merupakan senyawa amorf yang dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon atau arang yang diperlakukan secara khusus untuk mendapatkan daya adsorpsi yang tinggi. Bahan utama dari material komposit adalah cangkang kemiri sebagai bahan penguat komposit, arang aktif dan resin epoxy sebagai bahan pengikat dengan fraksi 65% cangkang kemiri,penambahan arang aktif sampai 14% dan pengurangan resin epoxy sampai 21%. Cangkang kemiri dihaluskan menjadi serbuk dengan ukuran 841-1190 Microns, untuk serbuk arang dengan ukuran 125 – 149 Microns, dengan fraksi berat (65 %: 6%:29%), (65%:8%: 27%), (65%:10 %: 25%), (65%:12%: 23%), dan (65%:14%:21%). Pengujian yang dilakukan adalah uji kekerasan Vickers dan uji laju keausan. Didapatkan hasil ketika dilakukan penambahan arang aktif sampai 14% nilai kekerasannya naik sampai 35,6
VHN, sedangkan nilai laju keausannya ketika dilakukan penambahan arang aktif sampai
14% laju keausannya menurun sampai 2,696 x 10 -7 gr/mm2.s Hubungan antara nilai kekerasan dan laju keausan adalah semakin tinggi nilai kekerasan material maka semakin rendah nilai laju keausannya.
Kata Kunci: Kemiri, Arang Aktif cangkang kemiri, Kekerasan vickers, dan Laju Keausan.
Tidak tersedia versi lain