Text
Pengaruh Ukuran Butir Pada Pembuatan Scaffold PMMA Dengan Metode Pressureless Sintering Yang Ditinjau Dari Ukuran Pori Dan Persentase Porositas
ABSTRAK
Polimetil metakrilat (PMMA) adalah jenis polimer yang berasal dari monomer metil metakrilat. Metil metakrilat merupakan monomer yang bersifat non-biodegradable. Proses pembentukan metil metakrilat menjadi PMMA, yang kini dikenal dengan polimerisasi. Dalam beberapa tahun terakhir, bahan yang paling umum digunakan dalam pembuatan scaffold adalah komposit berbasis poly methyl metacrylate (PMMA). Scaffold merupakan suatu struktur tiga dimensi yang digunakan sebagai media penyangga. Beberapa sifat yang harus dimiliki oleh scaffold ialah porus, biokompatibel, dan memiliki kekuatan mekanik yang cukup. Suatu material dapat dikatakan memenuhi kandidat sebagai scaffold apabila memiliki porositas sekitar 60% - 90%, ukuran pori yang efektif untuk pertumbuhan tulang yaitu 100-400 µm dan memiliki kekuatan mekanik sebesar 2-20 MPa. Bahan utama dalam pembuatan scaffold adalah PMMA dengan metode pressureless sintering, dengan cetak sampel slip casting. Pembuatan PMMA dibagi dalam dua proses pembuatan yaitu PMMA (sintering kondisi kering) dan PMMA (sintering kondisi awal basah). Butiran PMMA yang digunakan dengan ukuran mesh 40-50 ; 50-60 ; 60-70 ; 70-80. Dengan ukuran mesh yang sama, PMMA (sintering kondisi awal basah) ditambah Aquadest dengan perbandingan massa 1 : 1. Pengujian yang dilakukan adalah Pengamatan bentuk struktur mikro PMMA dengan DM (Digital Mikroskop) dan pengamatan ukuran pori menggunakan ImageJ, didapatkan hasil untuk PMMA (sintering kondisi kering) yang memenuhi kandidat sebagai scaffold yaitu mesh 60-70 ; 70-80 ; 80, dengan kisaran ukuran pori 252 – 371 µm, dan PMMA (sintering kondisi awal basah) dengan perbandingan massa aquadest 1
: 1 yang memenuhi kandidat sebagai scaffold yaitu mesh 70 – 80 ; 80, dengan kisaran ukuran pori 369 – 402 µm. Pengujian porositas PMMA (sintering kondisi kering) didapatkan hasil porositasnya dengan kisaran 61,82% - 63,01%, dan PMMA (sintering kondisi awal basah) porositasnya dengan kisaran 73,29 % - 74,57%.
Kata Kunci : Scaffold, PMMA, Aquadest, Struktur Mikro, dan Porositas.
Tidak tersedia versi lain