Text
Pengaruh Temperatur Pada Metode Hot Cutting Untuk Menghasilkan Butiran PMMA Sebagai Bahan Pembuatan Scaffold
ABSTRAK
Invensi ini mengenai metode penghalusan butiran Polymethyl methacrylate (PMMA) yang digunakan sebagai material space holder pada pembuatan bone scaffold untuk aplikasi implan tulang. Invensi ini dititik beratkan pada metode menghaluskan butiran PMMA dengan metode pemotongan panas pada media air dengan pisau stainless steel putaran tinggi, sehingga menghasilkan PMMA yang terpotong dengan permukaan halus dan ukuran butir yang memenuhi syarat sebagai material space holder. Pada metode ini PMMA dengan bentuk padatan silinder dengan ukuran rata-rata diameter 2.4 mm dan panjang 5 mm dicampurkan dengan air murni di dalam wadah aluminium, kemudian dipanaskan di dalam furnace pada temperatur, suhu ruang,40,80,120,160,200 ºC selama
60 menit. Wadah aluminium yang berisi PMMA dan air murni dikeluarkan dari dalam furnace dan kemudian dihaluskan menggunakan pisau stainless steel dengan putaran tinggi. PMMA hasil penghalusan panas dikeringkan pada suhu kamar dan kemudian di sieving lolos saringan mesh 40 dan tertahan pada saringan mesh 50, lolos saringan mesh
50 dan tertahan pada saringan mesh 60, lolos saringan mesh 60 dan tertahan pada saringan mesh 70, lolos saringan mesh 70 dan tertahan pada saringan mesh 80, lolos saringan mesh 80 dan tertahan pada pan.Pada akhirnya butiran PMMA hasil proses penghalusan panas menghasilkan butiran dengan permukaan yang halus dengan rentang ukuran 420 µm sampai dengan ±177 µm, sehingga sangat disukai sebagai material space holder pada pembuatan bone scaffold dengan kualitas yang tinggi dengan biaya produksi yang rendah.
Kata kunci: PMMA, Hot Cutting, Scaffold, Temperatur
Tidak tersedia versi lain