Text
Evaluasi Kinerja Seismik Gedung Beton Bertulang Dengan Dinding Bata Berdasarkan Analisis Statis Non Linear (Studi Kasus: Gedung Perkuliahan FMIPA Universitas Negeri Padang)
Kota Padang merupakan daerah rawan gempa sehingga perlu dilakukan evaluasi kinerja seismik terhadap gedung di Kota Padang. Pada penelitian ini akan dilakukan evaluasi kinerja seismik terhadap gedung perkuliahan FMIPA Universitas Negeri Padang dikarenakan gedung tersebut masuk kedalam kategori resiko IV berdasarkan SNI 1726 2019 dimana gedung tersebut tidak diperbolehkan untuk runtuh dan tetap mampu untuk mempertahankan strukturnya. Analisis ini menggunakan metode pushover untuk mengevaluasi kontribusi dinding bata terhadap kinerja seismik gedung perkuliahan FMIPA Universitas Negeri Padang. Kurva kapasitas pada perbandingan pemodelan gedung tanpa dinding bata dan dengan dinding bata memiliki perbedaan yang cukup signifikan dimana kekuatan lateral gedung arah memanjang meningkat sebesar 1,42 % dan arah melintang meningkat sebesar 24,28%. Berdasarkan FEMA 356 didapat hasil kinerja struktur gedung arah memanjang dan melintang tanpa dinding bata yaitu Immediate Occupancy (IO) yang artinya gedung tidak mengalami kerusakan pada strukturnya dan kerusakan hanya terjadi pada elemen non strukturnya sehingga gedung bisa langsung digunakan pasca gempa terjadi. Sedangkan untuk level kinerja gedung dengan dinding bata didapatkan Operational (O) yang artinya kerusakan hanya terjadi pada elemen non strukturnya dengan intensitas yang kecil sehingga gedung bisa langsung digunakan. Hasil evaluasi tersebut membuktikan bahwa dinding bata meningkatkan kapasitas seismik baik dalam segi kekuatan, kekakuan maupun daktilitas Gedung Perkuliahan Fakultas Ilmu dan Pengetahuan Universitas Negeri Padang.
Kata Kunci: Kapasitas Seismik, Daktilitas, Kekakuan, Kekuatan, FEMA 356
Tidak tersedia versi lain