Text
Analisis Kapasitas Seismik Gedung Eksisting Beton bertulang Dengan Dinding Bata (Studi Kasus: Gedung Rusunawa Dosen Universitas Andalas)
Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan daerah rawan gempa
yang tinggi, yang menyebabkan kerusakan atau runtuhnya banyak bangunan beton
bertulang. Untuk itu dilakukan evaluasi kapasitas seismik gedung supaya memenuhi
untuk daerah rawan gempa. Kapasitas seismik gedung dinyatakan dalam hubungan antara
indeks kekuatan lateral dan indeks daktilitas. Kekuatan lateral dan daktilitas elemen
kolom pada lantai satu dimana memikul gaya geser terbesar pada struktur gedung.
Kapasitas seismik dilakukan tanpa dan dengan pengaruh dinding bata. Evaluasi ini
berpedoman pada standart Jepang yaitu Standard For Evaluation Of Existing Reinforced
Concrete Building, 2001 dengan menggunakan metode level dua. Hasil indeks seismik
dasar (basic seismic index) arah melintang sebesar 0,42 dengan indeks kekuatan lateral
0,42 dan indeks daktilitas 1,0. Pada arah memanjang nilai indeks dasar seismik sebesar
0,25 dengan indeks kekuatan lateral 0,38 dan indeks daktilitas 0,88. Berdasarkan
investigasi terdahulu oleh Maidiawati dan Sanada, 2008, gedung yang bertahan terhadap
gempa 2007 dengan adanya pengaruh dinding memiliki kapasitas indeks kekuatan lateral
(C) sebesar 0,28 dan gedung yang runtuh memiliki kapasitas indeks kekuatan lateral 0,17.
Dari hasil perhitungan analisa kapasitas seismik gedung Rusunawa Dosen Universitas
Andalas memiliki indeks kapasitas seismik yang memadai jika terjadi gempa.
Kata Kunci : Kapasitas seismik, Kekuatan lateral, Daktilitas, Gedung beton bertulang,
Dinding bata
Tidak tersedia versi lain