Text
Analisis Campuran Aspal Porous Menggunakan Material dari Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman
Aspal porous (porous asphalt) merupakan campuran bergradasi terbuka dengan
persentase agregat kasar yang tinggi, agregat halus yang rendah sehingga menghasilkan
rongga udara yang besar. Aspal porous merupakan inovasi baru dalam dunia perkerasan
jalan yang meningkatkan penyerapan air hujan dan mengurangi genangan air yang
terbentuk di jalan saat hujan. Fungsi aspal porous biasanya digunakan pada jalan dengan
beban lalu lintas ringan seperti tempat parkir, lapangan tenis, gang kecil yang hanya
dilalui kendaraan ringan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis agregat dari
Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman mempengaruhi karakteristik
Marshall dari campuran aspal porous, dan mengetahui karakteristik fisik dan mekanik
aspal porous. Penelitian ini dilakukan dengan metode Marshall (SNI 06-2489-1991) dan
menggunakan spesifikasi AAPA 1997, kadar aspal perkiraan yang ditetapkan dulu
menggunakan aspal penetrasi 60/70 sebagai bahan pengikat dan dibuat benda uji
marshall dengan 5 variasi kadar aspal yang dimulai dari 4%, 4,5%, 5%, 5,5%, 6%
dengan masing-masing 5 benda uji sehingga total keseluruhan benda uji yang akan
dibuat yaitu 25. Hasil penelitian menunjukkan parameter marshall dengan nilai rata-rata
pada campuran aspal porous diperoleh nilai stabilitas 690,24 kg, Flow 5,66 mm, VIM
14,36 %, VMA 21,53 %, VFA 51,44 %, Density 2,19 gr/cm , dan MQ 182,45 kg/mm.
Semua besaran nilai kreteria marshall yang didapat ada yang memenuhi dan ada yang
tidak memenuhi batas-batas spesifikasi, Sihingga didapatkan nilai kadar aspal optimum
adalah 5%. Jadi berdasarkan penelitian diperoleh kesimpulan bahwa campuran aspal
porus dengan menggunakan material yang bersumber dari Kecamatan Batang Anai
Kabupaten Padang Pariaman dengan menggunakan bahan pengikat aspal penetrasi
60/70 memiliki nilai yang baik sehingga layak digunakan pada kondisi jalan yang
lalulintas rendah. Dengan demikian disarankan untuk melakukan penelitian lebih
banyak lagi dengan dengan menggunakan sumber material yang berbeda-beda, sehingga
dapat mengetahui kayakan suatu material sebagai campuran aspal porus
Tidak tersedia versi lain