Type Buku
Ketika Cinta Bertasbih 2
Sebagai kisah lanjutan dari Buku 1 “Ketika Cinta Bertasbih”, novel ini memberikan kisah lanjutan yang menarik dengan latar Kota Solo – Kartasura dan beberapa kota di Jawa Tengah dengan latar kehidupan masyarakat Jawa dan kultur Jawa yang begitu menarik perhatian.
Kisah ini menjadi puncak kisah antara para tokoh utama, yaitu Azzam, Furqan dan Anna. Azzam digambarkan dengan seorang santri yang memutuskan kembali ke kampung halamannya setelah 9 tahun menuntut ilmu di Universitas Al Azhar Mesir. Cerita dalam novel Ketika Cinta Bertasbih edisi 2 ini semakin menarik, apalagi dorongan dan motivasi lahir batin, baik dari dalam diri sendiri Azzam dan omongan tetangga, yang memberi motivasi sehingga Azzam meneruskan semangat wirausahanya.
Tidak malu dan bersemangat menghadapi tantangan menjadi ciri khas dalam diri Azam, semangat wirausaha Azzam ini dibuktikan dengan membuka warung bakso, yaitu “Bakso Cinta” dan pada perkembangan selanjutnya mampu membuka usaha baru lagi yaitu dibukanya usaha fotocopy-an
Kisah di dalam cerita ini juga diselipkan tentang kehidupan keluarga Azzam, yang mengedepankan sosok Ibu, yaitu Ibu Nafis, yang selalu sabar dengan doanya yang mampu mengantarkan Azzam dan adik-adiknya untuk sukses, meskipun dalam kisah sebelumnya, untuk menopang kehidupan keluarganya di Solo, Azzam harus rela berjualan tempe dan bakso saat di Mesir.
Kisah semakin menarik dan membuat penasaran, saat Azzam berihtiar mencari jodoh yang shalehah, dan dalam cerita ini, hanya untuk mencari jodoh yang salehah saja juga diberikan ujian, meskipun pada akhirnya Azzam bisa menikah dengan gadis pujaannya, yaitu Anna Althafunnisa yang merupakan putri dari Kiai Lutfi, Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Qura’an Wangen..
Tidak tersedia versi lain