Text
Perbandingan Kuat Tekan Beton Fc'30 Dengan Menggunakan Variasi Agregat Kasar
Seiring dengan perkembangan di bidang teknologi rekayasa struktur di Indonesia. Penggunaan beton banyak digunakan pada pekerjaan kontruksi bangunan, jalan, bendungan, jembatan DLL. Akan sebab itu untuk material bisa dikembangkan dengan berbagai variasi supaya mendapatkan variasi agregat yang tepat untuk digunakan pada campuran beton. Agregat kasar adalah bahan utama yang digunakan untuk campuran beton dan Agregat kasar yang berperan penting akan menahan beban yang ada diatasnya. Metode yang digunakan untuk penelitian ini mengacu pada SNI 7656-2012. Penelitian ini menggunakan 3 variasi agregat kasar dengan komposisi sebagai
berikut:
Variasi Agregat Kasar 1 yaitu: (0,5 mm-10 mm pemakaian 10% ), (10 mm-20 mm pemakaian 55%), (20 mm-30 mm pemakaian 35 %). Dengan hasil kuat tekan 33,2 MPa, 30,6 MPa, 33.5 MPa, 31.2 MPa,28,9 MPa. Rata-rata 31,5 MPa.
Variasi Aggregate Kasar 2 yaitu: (0,5 mm-10 mm pemakaian 15% ), ( 10 mm-20 mm pemakaian 65%), (20 mm-30 mm pemakaian 20% ). Dengan hasil kuat tekan 33,8 MPa, 35,2 MPa, 34,4 MPa, 31,2 MPa, 33,2 MPa. Rata-rata 33,5 MPa.
Variasi Aggregate Kasar 3 yaitu: (0,5 mm-10 mm pemakaian 15% ), (10 mm-20 mm pemakaian 75%), (15 mm-30 mm pemakaian 10% ). Dengan hasil tekan 33,5 MPa, 36,4 MPa, 34,1 MPa, 35,8 MPa, 34,9 MPa. Rata-rata 34,9 MPa.
Berdasarkan hasil penelitian berikut jadi yang didapat hasil kuat tekan yang paling tinggi adalah variasi ke 3 dengan hasil slump 9 cm. Maka dapat disimpulkan kalo variasi agregat kasar yang bagus bukan karena pemakaian agregat kasar yang banyak. namun harus dengan komposisi campuran yang tepat.
Kata Kunci : agregat kasar, kuat, bahan, beton
Tidak tersedia versi lain