Text
Analisa Perubahan Pola Operasi Dengan Penambahan Rao ULP Lubuk Sikaping Terhadap Nilai Tegangan dan Losses
Gardu Hubung Rao merupakan yaitu drop nya tegangan pada waktu Beban Puncak (WBP) yang mencapai 17,4 kV dan waktu Luar Waktu Beban Puncak (LWBP) 18,8KV. Drop nya tegangan waktu beban puncak ini tentunnya berpengaruh terhadap kualitas tegangan yang sampai ke pelanggan. Berdasarkan SPLN No71:1978, Batas ketentuan toleransi drop tegangan di PLN yaitu +5% yang mana 17 kV (30%) tidak memenuhi kriteria SPLN No. 7:1987 untuk tegangan 20kV batas maximum drop tegangannya di 19kV. Oleh karna itu dilakukan perbaikan drop tegangan dengan cara rekonfigurasi penambahan supply dari GI pasaman untuk sistem 20kV. Dengan ini secara tidak langsung juga akan memperbaiki susutnya juga. Untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal akan dilakukan perbandingan hasil perhitungan menggunakan simulasi menggunakan aplikasi ETAP. Setelah dilakukan rekonfiugrasi didapatkan hasil tegangan terukur di GH Rao 20,1 kV dan hasil simulasi ETAP juga menunjukan 20,1 kV. Selain itu jika terjadi gangguan pada salah satu supply GH rao maka dapat di backup dengan F6. Di simulasi ETAP juga di dapat GH rao masih bisa menampung beban 300% sampai 400% dari beban sekarang. Serta rekonfigurasi ini mengurangi kwh yang hilang dari 317.664,60 kwh per jam menjadi 192.676,10 kwh perjam.
Kata kunci: Drop Tegangan, Gardu Induk, susut daya, ETAP
Tidak tersedia versi lain