Text
Kesesuaian Geometrik Jalan Ditinjau Dari Aspek Alinyemen Horizontal Dengan Metode Bina Marga (Studi Kasus: Jl. Padang-Solok Kelurahan Indarung, Kec. Lubuk Kilangan, Kota Padang, Prov. Sumatera Barat)
Jalan Padang-Solok yang memiliki kondisi jalan yang menanjak dan
menikung tajam membuat jalan ini banyak terjadi kecelakaan. Selain dari kelalaian
pengendara, kecelakaan di daerah ini juga di akibatkan oleh faktor geometrik jalan.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian atau tidaknya geometrik
jalan ditinjau dari aspek alinyemen horizontal dengan metode Bina Marga. Jenis
penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Didapatkan hasil penelitian bahwa
keadaan eksisting setelah disimpulkan dari pendekatan pengalaman terjun ke
lapangan yaitu jalan tersebut memiliki kemiringan yang cukup ekstrim dimana jalan
di sebelah kiri jika mengarah ke solok memiliki kelandaian yang cukup tinggi. Serta
Kesesuaian eksisting dengan bina marga memiliki beberapa perbedaan,
ketidaksesuaian dan kesenjangan baik disengaja karena keadaan jalan maupun unsur
ketidaksengajaan. kesesuaian yang di analis yaitu kecepatan rencana dimana
terdapat ketidaksesuaian, badan jalan terdapat titik STA 28 & STA29 dari 16 titik
yang tidak sesuai, fungsi jalan yang sesuai adalah jalan arteri primer, kelas jalan
yang sesuai yaitu jalan kelas khusus, perlengkapan jalan sudah sesuai dengan
ketentuan, medan jalan bukit memiliki kemiringan 10-25% maka sesuai dengan
eksisting 10,93%, radius tikungan tidak sesuai dengan radius tikungan eksisting,
nilai superelevasi dari 16 titik dari STA 14 – STA 29 diperoleh 6 titik yang tidak
sesuai, nilai kelandaian memanjang maksimum yaitu 6% maka tidak sesuai dengan
kelandaian eksisting 11,58% dan 11,67%, kelandaian memanjang menurut bina
marga ≥10% dan panjang kelandaian kritis 200m maka tidak sesuai dengan keadaan
eksisting dimana kelandaian memanjang 11,67% dan panjang kelandaian kritis
146,897m.
Kata Kunci: Geometrik Jalan, Alinyemen Horizontal, Metode Bina Marga
Tidak tersedia versi lain