Text
Perbandingan Kinerja Alat Pengering Efek Rumah Kaca Tipe Rotari Sistem Semi Tertutup Menggunakan Tungku Biomassa (Penukar Kalor Dua Tingkat) Dengan Sistem Terbuka (Penukar Kalor 1 Tingkat) Untuk Mengeringkan Ikan Nila
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performansi alat pengering efek rumah kaca
tipe rotari sistem semi tertutup menggunakan tungku biomassa dengan penukar kalor dua
Tingkat (APERK-TR-SSTT) dengan sistem terbuka penukar kalor satu tingkat (APERK-TR-
STST) untuk mengeringkan ikan nila. Pada APERK-TR-SSTT ikan dikeringkan dari berat
awal 91 kg (kadar air awal 69,401 % basis basah (bb) hingga berat akhir sebesar 34,68 kg pada
temperatur rata-rata 53,016 oC dengan laju aliran massa udara 0,459 kg/s. Sedangkan pada
APERK-TR-STST ikan nila dikeringkan dari berat awal 89,94 kg (kadar air awal 68,87 % bb)
hingga berat akhir sebesar 35,04 kg. Laju pengeringan (DR) rata-rata untuk APERK-TR-SSTT
dan APERK-TR-STST masing-masing diperoleh sebesar 4,5 kg/jam dan 4,34 kg/jam. Laju
penguapan air spesifik (SMER) rata-rata untuk APERK-TR-SSTT dan APERK-TR-STST
masing-masing diperoleh sebesar 0,16 kg/kWh dan 0,1 kg/kWh. Konsumsi energi spesifik
(SEC) rata-rata untuk APERK-TR-SSTT dan APERK-TR-STST masing-masing diperoleh
sebesar 9,14 kWh/kg dan 17,3 kWh/kg. Efisiensi alat pengering untuk APERK-TR-SSTT dan
APERK-TR-STST masing-masing diperoleh sebesar 27,63 % dan 16,8 %. Dari hasil penelitian
dapat disimpulkan bahwa APERK-TR-SSTT lebih baik dari APERK-TR-STST karena
mempunyai nilai DR, SMER dan efisiensi lebih besar dari APERK-TR-SSTT dan mempunyai
nilai SEC yang rendah.
Kata kunci: ikan, pengeringan, efek rumah kaca, rak rotari, performansi
Tidak tersedia versi lain