Text
Perbandingan Kinerja Alat Pengering Rumah Kaca Type Rotary Sistem Semi Tertutup Dengan Sistem Terbuka Menggunakan Tungku Biomasa Dengan Penukar Panas Dua Tingkat Untuk Metode Hasil
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbandingan kinerja Alat Pengering Efek
Rumah Kaca Type Rotary Sistem Semi Tertutup (APERK-TR-Sistem1) dan Alat
Pengering Efek Rumah Kaca Type Rotary Sistem Terbuka (APERK-TR-Sistem 2)
menggunakan tungku biomasa dengan penukar panas 2 tingkat untuk menguji ikan nila.
Pada APERK-TR- Sistem 1 ikan nila dikeringkan dari berat awal 91,49 kg dengan kadar
air awal 69,40% (basis basah) hingga berat akhir sebesar 34,64 kg dengan kadar air akhir
19,27% (basis basah) pada temperatur udara pengering rata-rata 53,3oC, laju aliran massa
udara 0,459 kg/s dan waktu pengeringan 12 jam. Sedangkan pada APERK-TR-Sistem 2
ikan nila dikeringkan dari berat awal 89,20 kg dengan kadar air awal 68,61% (basis
basah) hingga berat akhir sebesar 31,20 kg dengan kadar air akhir 10,26% (basis basah)
pada temperatur udara pengering rata-rata 57,0oC, laju aliran massa udara 0,459 kg/s dan
waktu pengeringan 12 jam, untuk mencapai kadar air 20 %. Laju pengeringan rata-rata
pada APERK-TR-Sistem 1 adalah 4,49kg/jam sedangkan pada APERK-TR-Sistem 2 laju
pengeringan rata-rata yang diperoleh sebesar 4,25 kg/jam. SMER (Specific Moisture
Removal Rate) rata-rata pada APERK-TR-Sistem 1 adalah 0,04kg/kWh, sedangkan pada
APERK-TR-Sistem 2 SMER rata-rata yang diperoleh sebesar 0,11kg/kWh. SEC (Specific
Energy Consumption) rata-rata pada APERK-TR-Sistem 1 adalah 9,13 kWh/kg,
sedangkan pada APERK-TR-Sistem 2 SEC rata-rata yang diperoleh sebesar 15,00
kWh/kg. STEC (Specific Thermal Energy Consumption) rata-rata pada APERK-TR-
Sistem 1 adalah 7,70 kWh/kg, sedangkan pada APERK-TR-Sistem 2 STEC yang
diperoleh sebesar 13,14 kWh/kg. SEEC (Specific Electrical Energy Consumption) rata-
rata pada APERK-TR-Sistem1 adalah 1,43kWh/kg, sedangkan pada APERK-TR-Sistem
2 SEEC rata-rata yang diperoleh sebesar 1,85 kWh/kg. Efisiensi alat pengering pada
APERK-TR-Sistem 1 10,76% %, sedangkan pada APERK-TR-Sistem 2 efisiensi alat
pengering diperoleh sebesar 7,86% Efisiensi tungku biomassa pada APERK-TR-Sistem
1 50,07%, sedangkan pada APERK-TR-Sistem 2 efisiensi tungku biomassa diperoleh
sebesar 50,51%.
Kata kunci : SMER, SEC, STEC, SEEC, Efisiensi.
Tidak tersedia versi lain