Text
PENGARUH KEPADATAN TANAH TERHADAP LAJU INFITRASI DI KAWASAN AREA KAMPUS II INSTITUT TEKNOLOGI PADANG
Air hujan yang jatuh dipermukaan bumi dalam siklus hidrologi terbagi menjadi
dua bagian, pertama sebagai aliran limpasan (overland flow) dan kedua bagian air yang
terinfiltrasi. Jumlah bagian air yang mengalir sebagai aliran limpasan dan yang terinfiltrasi
tergantung
dari
banyak
faktor.
Penelitan
ini
bertujuan
untuk
menentukan
laju
infiltrasi
dan
kepadatan
tanah
dilapangan
kampus
II
institut
teknologi
padang.
Analisis
data
laju
infiltrasi menggunakan metode Horton dan kepadatan tanah menggunakan sandcone.
kapasitas infiltrasi merupakan nilai laju infiltrasi maksimun untuk suatu jenis
tanah tertentu, yang mengindikasikan kemampuan maksiumum tanah dalam merembeskan
suatu tanah. Berdasarkan nilai laju infiltrasi di lapangan, didapatkan laju infiltrasi
titik 1 memiliki laju infiltrasi 76.80 cm/jam dan berat isi tanah kering 1.320 gram/cm3
dengan kepadatan tanah 91.35 %, laju infiltrasi titk 2 memiliki laju infiltrasi 67.20
cm/jam dan berat isi tanah kering 1.330 gram/cm3 dengan kepadatan tanah 92.04 %,
laju infiltrasi titik 3 memiliki laju infiltrasi 78.00 cm/jam dan berat isi tanah kering
1.420 gram/cm3 dengan kepadatan tanah 98.20 %, laju infiltrasi titik 4 memiliki laju
infiltrasi 70.80 cm/jam dan berat isi tanah kering 1.445 gram/cm dengan kepadatan
tanah 100.00 %. Dan dapat disimpulkan laju infiltrasi tercepat didapat pada titik 1 sedangkan
terlambat
didapatkan
pada
titik
4.
Berdasarkan gambaran diatas diperoleh bahwa untuk lokasi dengan kepadatan
tinggi mempunyai laju infiltrasi yang rendah sementara untuk lokasi kepadatan tanah
rendah mempunyai laju infiltrasi yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa
kepadatan tanah akan mempengaruhi besar kecilnya laju infiltrasi, kondisi ini disebabkan
karena semakin tinggi tingkat kepadatan tanah maka semakin kecil nilai rongga
(void) diantara butir-butir tanah. Berdasarkan hasil dari analisis data dan pembahasan
Tidak tersedia versi lain