Text
ANALISA STABILITAS LERENG DENGAN PERKUATAN SOIL NAILING MENGGUNAKAN PROGRAM GEOSLOPE (studi kasus di sitinjau lauik, Km-23 padang-solok, Sumatera Barat)
Tanah terdiri dari campuran butiran-butiran mineral dengan kandungan organic
yang merupakan hasil pelapukan batuan. Baik secara fisik maupun kimiawi. Proses
pembentukan tanah secara fisik yang mengubah batuan menjadi partikel-partikel yang
lebih kecil, terjadi akibat pengaruh erosi, angin, air, es, manusia atau hancurnya partikel
tanah akibat perubahan suhu atau cuaca. Lereng suatu permukaan yang menghubungkan
tanah yang lebih tinggi dengan permukaan tanah yang lebih rendah, dan stabilitas lereng
erat kaitannya dengan longsor atau gerakan tanah yang merupakan proses perpindahan
massa tanah secara alami dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah.
Stabilitas tanah pada lereng dapat terganggu akibat pengaruh dari beberapa hal, seperti
alam, iklim maupun aktivitas manusia. Gangguan itu bisa menyebabkan longsor yang
terjadi akibat ketidakseimbangan gaya yang bekerja pada lereng atau gaya di daerah
lereng lebih besar daripada gaya penahan yang ada di lereng tersebut. Beberapa faktor
yang menjadi penyebab kelongsoran yaitu lereng terlalu tegak, iklim, properti tanah
timbunan tidak terlalu memadai, pemadatan yang kurang, pengaruh air tanah dan hujan,
gempa bumi dan juga ulah manusia. Kerusakan yang diakibatkan oleh longsor bukan
hanya secara langsung akan tetapi kerusakan secara tidak langsung juga yang
menghambat kegiatan ekonomi dan pembangunan. Slope/W adalah program yang
menggunakan batas keseimbangan sebagai cara untuk menghitung nilai angka
keamanan tanah dan lereng. Menganalisis kestabilan lereng dengan menggunakan batas
keseimbangan, dan memiliki kemampuan menganalisa sampel tanah yang berbeda tipe
dan jenis, keruntuhan serta kondisi tekanan air pori dalam tanah yang berubah
menggunakan bagian besar dari contoh tanah. Tujuan yang ingin dicapai dalam
penelitian kali ini adalah Mengetahui nilai faktor keamanan lereng alami berdasarkan
analisis kelongsoran menggunakan program geoslope. Dan Mencari nilai intensitas
krisis penyebab kegagalan lereng. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah
eksperimen, melakukan percobaan penelitian dengan menggunakan program geoslope
dengan metode Bishop. Di dalam penelitian ini, menggunakan variasi yaitu dari
kemiringan nail. Paremeter tetap yang digunakan yaitu parameter tanah. Dengan
bantuan program geoslope didapatkan bentuk bidang gelincir kritis yang mungkin
terjadi, kemudian bidang lincir ini jadi acuan untuk menentukan Panjang nail, agar
dapat menembus bidang kritis longsor lereng. Hasil dari penelitian ini analisis stabilitas
lereng dengan menggunakan program geoslope, penelitian pemeriksaan tanah dilakukan
di laboratorium. Dari penelitian didapat kesimpulan bahwa Nilai Factor of Safety (FoS)
dari lereng dengan menggunakan software Geoslope/W 2012, pada sudut lereng 30
0
tanpa perkuatan didapatkan sebesar 0,275, dan pada sudut lereng 45
0
tanpa perkuatan
didapatkan sebesar 0,204. Dengan menggunakan software Geoslope/W 2012 dengan
pemasangan nail pada lereng, pada sudut lereng 30
0
didapatkan nilai FoS sebesar
1,067, dan pada sudut lereng 45
0
didapatkan nilai FoS sebesar 1,222.
Kata kunci : lereng, longsor, factor of safety
Tidak tersedia versi lain