Text
Analisis faktor penyebab dan dampak contract change order pada proyek pembangunan ruang kelas baru SD.N 20 Labuan Tarok Kecamatan Bungus
Dunia konstruksi di Indonesia tidak terlepas dari berbagai permasalahan yang terjadi, mulai dari
perencanaan sampai pelaksanaan proyek konstruksi. Permasalahan ini juga terjadi pada saat
pelaksanaan Proyek Pembangunan SD Negeri 20 Labuan Tarok, Kecamata Bungus. Untuk
mengantisipasi permasalahan yang terjadi saat proyek dikerjakan, pihak kontraktor melakukan
change order untuk mengantisipasi adanya biaya peningkatan dari kontrak yang telah disepakati
sebelumnya. Berdasarkan data teknis yang telah penulis dapatkan di lapangan, faktor penyebab
terjadinya change order tersebut adalah terdapat perubahan pada pelaksanaan pekerjaan dengan
terjadinya balance budget dengan penyesuaian kebutuhan dilapangan serta fungsinya dan
perbedaan volume pekerjaan pada pelaksanaan dilapangan, sehingga berdampak terjadinya
penambahan dan pengurangan volume pekerjaan pada pelaksanaan dilapangan. Oleh sebab itu,
solusi yang diambil untuk mengatasi masalah ini adalah mengadakan addendum atau perubahan.
Addendum ini digunakan untuk mengatasi perubahan kebutuhan atau perubahan kontrak yang
muncul setelah perjanjian kontrak ditandatangani. Dengan adanya perubahan kontrak atau
contract change oder (CCO), maka hasil akhir pekerjaan proyek pembangunan ruang kelas baru
SD Negeri Labuan Tarok tidak mengalami perubahan, baik dari segi biaya maupun waktu
pekerjaan. Hal ini disebabkan biaya item pekerjaan baru diambil dari biaya untuk pekerjaan nilai
kontrak yang mengalami pengurangan item pada saat pelaksanaan. Dengan demikian, maka
contract change order (CCO) adalah solusi yang tepat untuk mengatasi perubahan yang terjadi
di lapangan agar pekerjaan sesuai dengan kebutuhan kondisi lapangan.
Kata kunci: analisis, addendum, CCO, penyebab, dampak
Tidak tersedia versi lain