Text
Kajian Modulus Kekakuan Campuran Aspal Agregat AC - WC Dengan Kapur Padang Panjang Sebagai Filler Berdasarkan Uji Marshall
Perkerasan beton aspal ini cukup peka terhadap variasi kadar aspal dan perubahan gradasi agregat, hal ini disebabkan karena beton aspal memiliki sifat stabilitas tinggi dan relatif kaku, yaitu tahan terhadap pelelehan plastis namun cukup peka terhadap retak. tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja pengaruh terhadap modulus Kekakuan aspal (Sbit), untuk mengetahui berapa nilai modulus kekakuan campuran (Smix). Dari hasil pengujian ini dapat dilihat bahwa Nilai Modulus Kekakuan Aspal (Sbit) hanya dipengaruhi oleh temperatur, lama pembebanan, titik lembek (Spr) dan Perhitungan indeks penetrasi Aspal (Pir). Pada kadar aspal optimum (KAO) 5,6 % kadar kapur 0 %, temperatur 25°C pada pembebanan 0,0338 detik dengan kecepatan 40 Km/Jam Smix nya 1828,9 Mpa, 30°C pembebanan yang sama 750,6 Mpa, 40°C pembebanan yang sama 63,5 Mpa. Pada Kadar Aspal Optimum (KAO) 6,2 % kadar kapur 0 %, temperatur 25°C pada pembebanan 0,0338 detik dengan kecepatan 40 Km/Jam Smix nya 1594,00 Mpa, 30°C pembebanan yang sama 654,25 Mpa, 40°C pembebanan yang sama 55,30 Mpa. Pada kadar aspal optimum (KAO) 6 % kadar kapur 0 %, temperatur 25°C pada pembebanan 0,0338 detik dengan kecepatan 40 Km/Jam Smix nya 1757,37 Mpa, 30°C pembebanan yang sama 721,30 Mpa, 40°C pembebanan yang sama 60,97 Mpa.
Kata kunci : aspal beton, kadar aspal, modulus kekakuan
Tidak tersedia versi lain