Text
Studi Eksperimental Lekatan Geser Satu Bidang Antara Bata Mutu Rendah Dengan Mortar
Kondisi Indonesia khususnya wilayah Sumatera yang berada di zona subdiksi lempeng
Indo-Australia yang bergerak menuju kebawah lempeng Eurasia yang menyebabkan
wilayah tersebut rawan terhadap gempa tektonik. Dampak negatif dari gempa bumi
yang paling umum adalah kerusakan bangunan. Salah satu penyebab besarnya
kerusakan yang terjadi setelah bencana gempa adalah struktur bangunan yang tidak
sesuai dengan standar bangunan tahan gempa. Sebagian besar bangunan rumah tinggal
di Kota Padang menggunakan dinding pasangan bata merah. Bahan utama penyusun
dinding pasangan bata merah adalah bata merah dan mortar. Dimana lekatan kedua
bahan inilah yang akan menentukan kapasitas kuat geser pasangan bata merah terhadap
beban yang bekerja. Dalam studi ini akan dilakukan pengujian geser terhadap lekatan
antara bata mutu rendah (4,33 MPa) dari kota Padang dengan variasi campuran mortar
yaitu campuran 1:1, 1:2, 1:3, dan 1:4 masing-masing sebesar 22,8 Mpa, 20,22 Mps, 19
Mpa dan 18,2 Mpa untuk mengetahui seberapa besar kuat geser yang dihasilkan dan
mengamati karakteristik daya lekat antara bata merah dengan mortar. Dari hasil
penelitian didapatkan bahwa semakin tinggi mutu mortar maka lekatan bata dengan
mortar akan semakin kuat dan bata megalami patah begitupun sebaliknya jika mutu
mortar semakin rendah maka lekatan bata akan mudah terlepas dari mortar.
Kata Kunci : gempa, bata merah, mortar, gaya geser
Tidak tersedia versi lain