Text
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode Hazard and Operability (HAZOP) Pada Proyek Pembangunan Gedung Perpustakaan dan Pusat Informasi Universitas Negeri Padang
Pembangunan yang dilakukan di Kota Padang sudah sangat berkembang, baik
pembangunan sarana dan prasarana publik maupun sarana dan prasarana pendidikan.
Hal ini bisa dilihat dari jumlah perguruan tinggi yang ada di Kota Padang menurut data
Badan Pusat Statistik (BPS), terhitung mencapai 63 perguruan tinggi. Pada tahun 2020
angka kecelakaan kerja berjumlah 221.740 kasus, kemudian pada tahun 2021 angka
kecelakaan kerja meningkat menjadi 234.370, sedangkan yang terbaru pada tahun 2022
(s.d Bulan November) jumlah kecelakaan kerja tercatat sebesar 265.334 orang.
Jenis penelitian ini yaitu merupakan penelitian kualitatif. Proyek kontruksi yang
saat ini dilakukan adalah pembangunan gedung perpustakaan dan pusat informasi
Universitas Negeri Padang.Risiko kecelakaan kerja pada proyek pembangunan gedung
ini terdapat pada 4 tahap pekerjaan, yaitu pekerjaan pasang bata,pemasangan ACP,
pemasangan plafon dan pekerjaan acian dan cat. temuan potensi bahaya dalam
penelitian ini dapat dikategorikan sebagai extreme risk, high risk dan moderate
risk.Rincian dari potensi bahaya pada tiap item pekerjaan yaitu, pada pekerjaan pasang
bata tingat resiko dengan kategori extreme risk sebesar 25%, high risk 50% dan
moderate risk 25%.
Pada pekerjaan ACP tingat resiko dengan kategori extreme risk sebesar 30%,
high risk 50% dan moderate risk 20%. Pada pekerjaan plafon tingat resiko dengan
kategori extreme risk sebesar 43%, high risk 28,5% dan moderate risk 28,5%. Pada
pekerjaan Acian dan Cat tingat resiko dengan kategori extreme risk sebesar 25%, high
risk 75% dan moderate risk 0%. Jadi, item pekerjaan yang memiliki tingkat bahaya
paling extreme adalah pekerjaan pemasangan Plafon, dengan angka extreme risk
mencapai 43%.
Kata Kunci : Kecelakaan Kerja, Peluang Risiko, Dampak Risiko dan Penanganan
Risiko
Tidak tersedia versi lain