Text
Analisa Tingkat Kerusakan Jalan Pada Perkerasan Lentur (Flexible Pavement) Jalan Kabupaten (Studi Kasus Jalan Datuak Tan Malaka Kec. Banuhampu Kab. Agam STA 0+000 – STA 1+200)
Jalan akan mengalami pengurangan struktur dasarnya sesuai dengan pertambahan
usia. Jalan-jalan saat ini mengalami kerusakan dalam jangka waktu yang umumnya
singkat (kerusakan dini) baik jalan yang baru dibangun maupun jalan yang baru
diperbaiki (overlay). Jalan aspal atau perkerasan lentur pada umumnya digunakan di
jalan-jalan yang memiliki lalu lintas yang sangat padat, dengan jumlah kendaraan yang
meningkat, dapat dibayangkan bahwa jalan tersebut akan rusak dalam jangka waktu yang
cukup singkat. Jika perkerasan lentur terjaga dan dalam kondisi baik, maka aspal akan
memiliki umur yang lebih panjang.
Dalam penulisan ini penulis membahas tentang kerusakan jalan dengan
menggunakan metode bina marga dan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997)
dalam menentukan jenis perbaikan jalan. Melalui metode Bina Marga penulis
menemukan kolerasi secara visual mengenai kerusakan jalan yang selanjutnya dijabarkan
secara empiris dengan menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia
(MKJI,1997).
Dengan di dapat persentase kerusakan jalan sebesar 5,22% maka persentase
tersebut diantara 5%-20% dengan kategori sedikit sekali dan nilai 3. Dengan didapat nilai
persentase kerusakan (Np) kita dapat menentukan penanganan terhadap kerusakan jalan.
nilai persentase kerusakan sebesar 3 maka prioritas pemeliharaan jalan tersebut berada
pada urutan prioritas 0 – 3 yaitu peningkatan kinerja jalan. Peningkatan kinerja jalan yaitu
kemampuan dari suatu ruas jalan dalam melayani arus lalu lintas yang terjadi pada ruas
jalan tersebut.
Kata kunci : kerusakan jalan, perkerasan lentur, metode Manual Kapasitas Jalan
Indonesia (MKJI,1997).
Tidak tersedia versi lain