Text
PENGARUH KONTAMINAN TERHADAP TEGANGAN FLASHOVER PADA ISOLATOR TRANSMISI KOTO PANJANG – PAYAKUMBUH
Tegangan flashover isolator saluran transmisi merupakan salah satu fenomena penting
dalam system transmisi tenaga listrik. Saluran transmisi Koto Panjang-Payakumbuh
mempunyai tingkat flashover sebesar.. Metode perhitungan Anderson digunakan untuk
memprediksi flashover isolator berdasarkan parameter kontaminan terlarut (ESDD) dan
kontaminan tidak larut (NSDD). Metode ini memungiinkan estimasi yang akurat tanpa
harus melakukan pengujian fisik pada isolator Dalam penelitian ini, data kontaminan
tidak larut (NSDD) dan kontaminan terlarut (ESDD) digunakan sebagai input dalam
perhitungan Anderson untuk memperoleh estimasi tegangan flashover isolator. Hasil
perhitungan Anderson akan dibandingkan dengan hasil eksperimen yang dilakukan.
Perbandingan ini akan digunakan untuk memvalidasi keakuratan metode perhitungan
Anderson. Matlab digunakan sebagai alat untuk analisis data dan membandingkan hasil
perhitungan dengan data eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai
tegangan flashover tertinggi terjadi pada 0,8401 mg/cm2 yaitu 395,44 kV dengan metode
Anderson dan 346 kV dengan eksperimen, sedangkan yang terendah terjadi pada
kontaminan tidak larut (NSDD) 1,0151 mg/cm2 yaitu 394,40 kV dengan metode
Anderson dan 341 kV dengan eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa
semakin tinggi kontaminan tidak larut (NSDD) maka tegangan flashover akan semakin
rendah. Dalam hal ini disebabkan oleh kontaminan seperti lumut atau debu yang
menempel pada permukaan isolator dapat mengurangi kemampuan isolator dalam
menahan tegangan listrik dan memicu flashover lebih mudah terjadi. Dan untuk variabel
kontaminan terlarut (ESDD) nilai tegangan flashover tertinggi terjadi pada kontaminan
terlarut (ESDD) 160,8 mg/cm2 yaitu 395,44 kV dengan metode Anderson dan 341 kV
dengan eksperimen, sedangkan yang terendah terjadi pada kontaminan terlarut (ESDD)
258,6 mg/cm2 yaitu 394,40 kV dengan metode Anderson dan 3341 kV dengan hasil
eksperimen. Hasil ini menunjukan bahwa semakin tinggi kontaminan terlarut (ESDD)
maka tegangan flashover akan semakin Menurun. Hal ini disebabkan kontaminan terlarut
(ESDD) yang lebih tinggi membuat konduktivitas isolator dan penurunan tahanan di
elektrik,yang akhirnya terjadi peningkatan tegangan flashover.
Kata kunci: kontaminan tidak larut (NSDD), kontaminan terlarut (ESDD), flashover,
Kontaminan
Tidak tersedia versi lain