Text
Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Dan Metode Pemanasan Styrofoam Terhadap Beton Ringan
Beton merupakan bahan kontruksi yang banyak digunakan pada berbagai jenis
konstruksi. Salah satu kelemahan beton adalah berat jenisnya yang cukup tinggi,
sehingga memberikan beban mati yang cukup besar pada struktur. Salah satu cara
untuk mengatasi kelemahan ini adalah dengan penggunaan beton ringan. Oleh karena
itu, pada penelitian ini akan dibuat beton ringan dengan heated styrofoam. Styrofoam
yang digunakan berjenis Expanded Polystyrene (EPS) dengan ukuran butir 4–5 mm
sebelumnya dipanasakan. Pemanasan butiran styrofoam dilakukan pada suhu 100°C
selama 15 menit dan 100°C selama 25 menit. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui hasil dari kuat tekan dan berat jenis dari beton ringan yang menggunakan
material heated styrofoam dengan metode pemanasan yang berbeda dan penggunaan
agregat kasar (agregat kasar) pada beton ringan heated styrofoam. Variasi benda uji
penelitian ini dengan menggunakan heated styrofoam pengganti agregat kasar 100% dan
penggantian agregat kasar 75% sehingga agregat kasar tersisa 25% ini menggunakan
agregat kasar ukuran butir maksimal 19,05 mm. Untuk memperbaiki workability,
digunakan superplasticizer sebesar 0,9% dari berat semen. Jenis penelitian yang akan
dilakukan adalah eksperimental di Laboratorium Institut Teknologi Padang. Pengujian
yang dilakukan adalah kuat kuat tekan. Hasil yang diperoleh nilai optimum pengujian
kuat tekan sebesar 11,24 MPa pada beton ringan heated styrofoam agregat kasar dengan
pemanasan styrofoam selama 25 menit pada suhu 100°C tergolong kedalam beton
ringan struktur ringan. Untuk nilai optimum pengujian berat jenis sebesar 1.578,38
kg/m
3
pada beton ringan agregat kasar dengan pemanasan styrofoam selama 25 menit
pada suhu 100°C tergolong kedalam beton ringan berdasarkan SNI 03-3449-2002.
Kata Kunci: Beton ringan, heated styrofoam, superplasticizer, agregat kasar, beton.
Tidak tersedia versi lain