Text
Kajian Campuran Aspal Dan Agregat (AC-BC) Dengan Kapur Padang Panjang Sebagai Filler Berdasarkan Uji Marshall
Sarana dan prasarana transportasi adalah komponen yang sangat penting dalam
menunjang aksesibilitas pembangunan, dengan hadirnya pembangunan yang tahan lama
dan memadai material jalan yang akan mempercepat proses pembangunan, aspal
merupakan bahan perekat perkerasan jalan yang merupakan komponen penting dalam
pembangunan jalan dan rehabilitasi jalan yang ada Di Indonesia. Jenis aspal AC-BC
(Asphalt Concrete – Binder Course). Lapisan ini merupakan bagian dari lapis
permukaan diantara lapis pondasi atas (Base course) dengan lapis aus (Wearing course)
yang bergradasi agregat gabungan rapat/menerus, umumnya digunakan untuk jalanjalan
dengan beban lalulintas yang cukup berat. Penelitian tugas akhir ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh penggunaan kapur >25% sebagai bahan pengisi campuran
aspal berdasarkan pengujian marshall serta untuk mengetahui nilai Kadar Aspal
Optimum (KAO). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan serta yang telah
dilakukan terhadap campuran AC-BC dengan penggunaan kapur Padang Panjang sebgai
filler diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : Didapatkan kadar aspal optimum
(KAO) pada kadar kapur 0% yaitu 6,2%, kadar kapur 10% yaitu 6%, kadar kapur 15%
yaitu 5,8%, sedangkan komponen pengujian marshall lainnya memenuhi spesifikasi.
Penambhan kapur Padang Panjang sebagai sebagai bahan pengganti filler pada
campuranAC-BC mengurangi nilai kepadatan, yang mana semakin tinggi kadar kapur
yang diberikan maka akan menurunnya nilai kepadatan. Dari indikator pengujian diatas
nilai rongga dalam campuran (VIM), rongga dalam agregat (VMA), rongga terisi aspal
(VFA), mengalami penurunan seiring bertambahnya kadar kapur yang diberikan.
Kata kunci : agregat, campuran aspal, filler. KAO
Tidak tersedia versi lain