Text
Pemodelan simulasi pengaruh kelembaban dan suhu terhadap tegangan flashover pada isolator transmisi 150 kv koto panjang payakumbuh menggunakan EMTP-ATP DRAW
TEKNIK ELEKTRO SARJANA
Tinggi nya tingkat flashover di daerah perbukitan mengakibatkan turun nya kinerja pada
isolator yang di akibatkan oleh tingginya kontaminan di daerah tersebut, sehingga dapat
mengakibatkan terjadinya flashover. Pada peneitian ini ada 2 kategori pengujian yaitu
suhu dan kelembaban, dengan metode perhitungan Anderson dan dengan pemodelan
EMTP-ATP Draw dengan menginputkan nilai resistansi pentanahan menara yang terdiri
dari variabel kelembaban dan suhu , dengan memodelkan arrester dan tanpa arrester.
Penggunaan metode Anderson dalam analisis ini didasarkan pada tujuannya untuk
menguji apakah data tegangan flashover, kelembaban, dan suhu sesuai dengan hasil
eksperimen, dengan memodelkan karakteristik arrester dan tanpa arrester untuk
mengetahui bagaimana arrester memotong tegangan saat terjadinya flashover.
Berdasarakan simulasi EMTP terhadap kelembaban dan suhu dengan arrester dimana
nilai tegangan flashover tertinggi 1.8761 MV terjadi pada kelembaban 76.8% dan
77.7% dengan suhu 29.9°C dan 30.5°C, sedangkan tegangan terendah yaitu 1.8759 MV
dengan kelembaban 80.1% dan suhu 29.9°C. Hasil simulasi ini membuktikan jika
semakin tinggi kelembaban maka tegangan flashover akan semakin menurun,
sedangkan suhu semakin tinggi suhu maka tegangan flashover nya akan semakin tinggi.
Sedangkan simulasi EMTP terhadap kelembaban dan suhu dengan tanpa arrester
dimana nilai tegangan flashover tertinggi 1.9584 MV terjadi pada kelembaban 76.8%
dan 77.7% dengan suhu 29.9°C dan 30.5°C, sedangkan tegangan terendah yaitu 1.9559
MV dengan kelembaban 80.1% dan suhu 29.9°C.
Kata kunci : Arrester, Flashover, Kelembaban, Kontaminan, Suhu
Tidak tersedia versi lain