Text
Sistem Kelistrikan Pada Alat Uji Fatik
Proyek akhir ini bertujuan untuk membuat alat uji fatik rotating bending machine sederhana,
karena mengingat masalah fatik yang sulit untuk di prediksi dan juga menambah alat praktek
pada labor Teknik mesin Institut Teknologi Padang. Pada proses pembuatan proyek akhir ini
beberapa hal yang harus di perhatikan yaitu kita harus mengetahui terlebih dahulu komponen apa
saja yang terdapat pada alat uji fatik tersebut supaya kita mengetahui apa saja alat dan bahan
yang di butuhkan dalam proses pembuatan alat uji fatik ini. Sebelum memulai proses pembuatan
alat uji fatik kita harus membuat gambar kerja terlebih dahulu menggunakan aplikasi inventor
untuk membuat ukuran dan desain dari alat uji fatik, setelah itu baru menyiapkan alat dan bahan
yang dibutuhkan berdasarkan pertimbangan seperti sifat dari bahan yang digunakan. Metode
perancangan alat uji fatik ini yaitu perencananaan, pembuatan, dan inspeksi akhir. Pada proses
pengujian fatik ini kami menggunakan baja konstruksi st 42 sebagai spesimen dengan diameter
awal yaitu 15 mm kemudian dilakukan pembubutan dengan ukuran berdasarkan standar ASTM
E466. Hasil dari pengujian fatik ini kemudian didata berdasarkan jumlah siklus yang didapat,
dan berapa lama waktu untuk terjadinya patah dengan variasi pembebanan 1,9 kg – 11,9 kg,
kemudian data pengujian tersebut disajikan dalam bentuk kurva S-N. Dari hasil yang kami dapat
kami menemukan kesimpulan yaitu semakin berat pembebanan yang diberikan maka akan
semakin sedikit jumlah siklus yang akan terjadi pada spesimen dan begitu juga sebalik nya jika
pembebanan semakin ringan maka akan semakin tinggi jumlah siklus yang di dapatkan.
Tidak tersedia versi lain