Text
Pengaruh kelembaban dan suhu terhadap tegangan flashover pada isolator saluran transmisi Koto Panjang - Payakumbuh
Tegangan flashover isolator saluran transmisi merupakan parameter penting
dalam menentukan keandalan dan kinerja sistem tenaga listrik. Saluran transmisi
Koto Panjang-Payakumbuh memiliki 60% menara dikawasan perbukitan dengan
nilai rata-rata suhu 24,8C° - 25,45C° dan kelembaban 89,69% - 90,25%
berdasarkan data 10 tahun terakhir, sehingga membuat suhu dan kelembaban
menjadi dua faktor lingkungan yang memengaruhi kemampuan isolator dalam
menahan tegangan flashover. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pengaruh kelembaban dan suhu terhadap tegangan flashover isolator saluran
transmisi di Koto Panjang-Payakumbuh, dengan menggunakan metode
perhitungan Anderson. Berdasarkan hasil perhitungan dengan metode Anderson
maka akan dibandingkan dengan hasil eksperimen yang dilakukan secara fisik dan
kemudian divalidasi menggunakan Matlab. Metode perhitungan Anderson
digunakan untuk memprediksi tegangan flashover isolator berdasarkan parameter
lingkungan seperti kelembaban dan suhu. Metode ini diharap memungkinkan
perhitungan yang akurat tanpa harus melakukan pengujian fisik pada isolator.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semakin tinggi kelembaban maka
tegangan flashover akan semakin rendah. Dalam hal ini disebabkan oleh
kontaminan seperti lumut atau debu yang menempel pada permukaan isolator
dapat mengurangi kemampuan isolator dalam menahan tegangan listrik dan
memicu flashover lebih mudah terjadi. Hasil ini menunjukan bahwa semakin
tinggi suhu maka tegangan flashover akan semakin tinggi. Hal ini disebabkan
suhu yang lebih tinggi membuat konduktivitas udara dan penurunan tahanan
dielektrik,yang akhirnya terjadi peningkatan tegangan flashover.
Kata kunci : Kelembaban, Suhu, Flashover, Kontaminan
Tidak tersedia versi lain