Text
Pengaruh Nilai Amplitudo Stability Index Dalam Pemetaan Pergerakan Tanah Di Pulau Sipora
Pulau Sipora yang berada di kabupaten kepulauan Mentawai merupakan wilayah
rawan pergerakan tanah, ini dapat merusak dan menimbulkan kerugian kepada
masyarakat yang bermukim di pulau Sipora, ditambah sangat sedikit data base terkait peta
pergerakan tanah di pulau tersebut. Untuk mengurangi resiko yang akan muncul
diperlukan pemetaan pergerakan tanah menggunakan metode PS-InSAR, dengan 48
scene citra Sentinel-1A serta membandingkan parameter Amplitudo stability index (ASI)
0,65, 0,75, dan 0,85 sehingga didapatkan perbedaan persebaran titik pergerakan tanah dan
jumlah titik pergerakan tanah di pulau Sipora, untuk melihat hubungan antara nilai
Amplitudo stability index dilakukan uji fisher, parameter Amplitudo stability index 0,65
dan 0,75 dapat memetakan titik dengan nilai subsidence sampai -99 mm/tahun sedangkan
parameter Amplitudo stability index 0,85 dapat memetakan titik dengan nilai subsidence
-87 mm/tahun semua parameter memiliki nilai up lift maximal 5 mm/tahun. jumlah titik
yang didapat dengan Amplitudo stability index 0,65 sebanyak 27.561, 0,75 sebanyak 961
dan 0,85 sebanyak 255. Persebaran titik pergerakan tanah parameter nilai (ASI) 0,65
meliputi seluruh permukaan pulau Sipora, Persebaran titik pergerakan tanah (ASI) 0,75
berfokus pada bagian utara dan selatan pulau dan persebaran titik pergerakan tanah (ASI)
0,85 pada bagian utara pulau. Perbedaan parameter Amplitudo stability index 0,65, 0,75
dan 0,85 mempengaruhi jumlah titik pergerakan tanah, namun dari hasil uji sampel
didapatkan hasil ASI tidak mempengaruhi titik pergerakan tanah yang dihasilkan secara
signifikan, dan hipotesa ditolak karena nilai F hitung lebih rendah dari F tabel pada uji
ASI 0,65 dan 0,75, 0,65 dan 0,85.
Kata kunci : Pergerakan tanah; Amplitudo Stability Index; fisher; penginderaan
jauh; SIG
Tidak tersedia versi lain