Text
Analisa Aliran Daya Pada Sistem Kelistrikan Sumbar-Riau
Saat ini kebutuhan energi listrik di wilayah Sumbar-Riau terus meningkat sesuai dengan
pertumbuhan ekonomi dan penduduk Interkoneksinya. Saluran transmisi sistem
kelistrikan Sumbar-Riau termasuk ke dalam wilayah saluran transmisi Sumbagteng
(Sumatera Bagian Tengah) yang dapat dianalisis aliran dayanya untuk mengetahui
kondisi sistem energi listrik pada keadaan normal atau perlu dilakukan perbaikan.
Analisis aliran daya juga merupakan proses penentuan atau perhitungan tegangan, arus,
daya (aktif dan reaktif) serta faktor daya pada saluran. Untuk menyelesaikan masalah
aliran daya digunakan metode Gauss-Seidel dengan bantuan aplikasi ETAP yang
digunakan untuk membuat proyek sistem tenaga listrik dalam bentuk diagram satu garis
(one line diagram). Dari hasil aliran daya Sumbar aliran daya terbesar ada pada bus
Simpang Haru dengan daya aktif 83,247 MW dan daya reaktif 9,967 MVAR. Dari hasil
simulasi aliran daya sistem Riau. Aliran daya aktif terbesar mengalir pada bus Garuda
Sakti sebesar 126,074 MW dan daya reaktif 29,949 MVAR. Total losses yang terjadi di
wilayah Sumbar-Riau adalah 12370.7 kW dan 8651.6 kVAR. Bus yang mengalami jatuh
tegangan paling besar terjadi pada Bagan Siapi Api dengan tegangan 143,29 kV. Kondisi
jatuh tegangan yang terjadi pada sistem kelistrikan Sumbar-Riau masih dalam batas aman
karena belum melebihi 5% dari standar SPLN No.72 tahun 1987.
Kata Kunci: Aliran daya, Rugi-rugi daya, Jatuh tegangan, ETAP
Tidak tersedia versi lain