Text
Pengaruh Temperatur Pada Proses Manufaktur Material Adhesive Berbahan Dasar Tannic Acid Terhadap Sifat Mekanik
Penelitian ini melibatkan proses manufaktur material adhesive yang mencakup
formulasi, pencampuran, aktivasi, aplikasi, dan pengeringan/pengerasan, dengan tujuan
menginvestigasi pengaruh variasi suhu terhadap sifat mekanik adhesive yang terbuat dari
tannic acid (TA), cellulosic nanofibrillated (CNF), dan PVA. Proses pencampuran
melibatkan komposisi sebanyak 79 gram PVA, 20 gram tannic acid (TA), dan 1 gram
cellulosic nanofibrillated (CNF), dengan variasi suhu sebesar 30 °C, 45 °C, 60 °C, 75 °C,
dan 90 °C, selama 30 menit, dengan kecepatan putaran 1.500 rpm, dan proses
pengepresan selama 12 jam. Metode pengujian yang digunakan adalah uji geser (shear
strength) menggunakan mesin uji universal testing mechine, diikuti dengan pengamatan
struktur mikro menggunakan digital microscope (DM), serta perhitungan tegangan geser
dari material adhesive pada berbagai temperatur. Hasil pengujian menunjukkan bahwa
pada suhu 30 °C, nilai rata-rata tegangan geser adalah 0,48 MPa, pada suhu 45 °C, nilai
rata-rata tegangan geser adalah 1,11 MPa, pada suhu 60 °C, nilai rata-rata tegangan geser
adalah 1,03 MPa, pada suhu 75 °C, nilai rata-rata tegangan geser adalah 3,29 MPa, dan
pada suhu 90 °C, nilai rata-rata tegangan geser adalah 3,41 MPa. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa peningkatan temperatur dalam proses pencampuran menghasilkan
material adhesive yang lebih homogen dan memiliki nilai tegangan geser yang lebih
meningkat.
Kata kunci: PVA, tannic acid (TA), cellulosic nanofibrillated (CNF), shear strength,
struktur mikro.
Tidak tersedia versi lain