Text
Pembuatan Scaffold PMMA Dengan Metode Granule Casting ( mesh 80-100, Proses Kering ); Analisa Sifat Fisik Dan Mekanik
i
Scaffold berbahan dasar polimetil metakrilat (PMMA) telah diproduksi menggunakan
metode granule casting dengan ukuran butir M80–100. Metode terbarukan dari penelitian
ini adalah Cut Cutting Metod (CCM) untuk mereduksi ukuran butir PMMA untuk
mendapatkan bentuk irregular memanjang. Bentuk butiran PMMA, ukuran butir (mesh),
dan suhu sintering adalah variabel utama dalam pembuatan Scaffold PMMA. CCM
diaplikasikan untuk memperkecil ukuran butir PMMA yang semulanya berbentuk
silinder padat, dengan menurunkan temperatur menjadi 3,5◦C, 0◦C, dan-8.3◦C. Scaffold
PMMA yang telah direduksi dikeringkan pada temperatur ruang dan selanjutnya diayak
dengan ukuran mesh M80–100. Green body dibuat dengan metode granule casting
dengan menggunakan media casting aluminium berukuran 8×8×8 mm3. Proses sintering
dilakukan pada temperatur yang bervariasi dari 115◦C-140◦C, heating rate 5◦C/menit,
dan holding time 2 jam, proses pendinginan dilakukan di dalam suhu ruang. Karakterisasi
sifat Scaffolds berbasis PMMA dilakukan dengan mengamati struktur mikro dengan
SEM, menganalisis distribusi ukuran pori dengan perangkat lunak ImageJ, menguji
porositas, dan uji compressive strength. Hasil terbaik dari keseluruhan analisis adalah
Scaffold PMMA M80-100 pada temperatur sintering 130◦C dan 135℃ dengan kekuatan
tekan, porositas, dan nilai distribusi ukuran pori masing-masing 8,2 MPa, 62,0%, dan
102-239 (µm) dan 15,1 MPa, 59,2%, dan 129–359 μm. Ada pori-pori yang saling
interkoneksi di Scaffold PMMA, sebagaimana dibuktikan oleh gambar SEM.
Kata kunci: PMMA, Scaffold, Distribusi ukuran pori, Porositas, Compressive strength
Tidak tersedia versi lain