Text
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT PELEPAH KELAPA SAWIT PADA RESIN POLYESTER TERHADAP KEKUATAN TARIK,KEKUATAN BENDING
Dalam decade terakhir ini, penggabungan serat alam seperti serat nanas, kenaf, sisal,
hemp, flax, dan berbagai serat alam lainnya dengan matrik polimer yang kompetitif
terhadap komposit sintetik merupakan perhatian utama pada rekayasa material. Karena
mengurangi persentase polimer penggunaan serat alam juga dipicu oleh pemanfaatan
limbah (waste) tanaman umjur panjang salah satunya adalah pohon sawit. Pemilihan serat
pelepah sawit sebagai bahan penguat komposit didasarkan pada adanya ketersediaan
bahan baku serat pelepah sawit di profinsi Sumatera Barat. Di samping itu beberapa desa
warsa terakhir penggunaan serat alam lebih diminati karena memiliki keunggulan di
antranya densitas rendah, terbarukan, biaya produksi rendah dan sifat mekanik yang baik.
Keuntungan penggunaan serat alam dalam pembuatan komposit mempunyai, densitas
rendah, emisi popolasi yang lebih rendah dan bisa di daur ulang. Penelitian ini
mengkhususkan pada pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit untuk komposit dengan
matrik polimer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan tarik, kekuatan
lentur. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan yaitu : Serat
pelepah sawit mempengaruhi terhadap tegangan tarik dan lentur dari komposit,Rata-rata
tegangan tarik semakin naik seiring dengan pengurangan komposisi serat pelepah sawit,
Rata-rata tegangan tarik komposit serat pelepah sawit dan resin polyester 60%:40%,
10,481 MPa. Nilai Rata-rata tegangan lentur memiliki tren menurun sejalan dengan
pengurangan komposisi resin polyester dari komposit. Nilai tegangan bending dari
komposit serat pelepah sawit dan resin polyester pada fraksi volume 90%:10%, 46,24
MPa.
Kata kunci : Serat pelepah kelapa sawit,, kekuatan tarik, kekuatan bending
Tidak tersedia versi lain