Text
PEMBUATAN SCAFFOLD PMMA DENGAN METODE GRANULE CASTING (MESH 80-100, PROSES BASAH): ANALISIS SIFAT FISIK DAN MEKANIK
Scaffold PMMA telah dibuat dengan metode granule casting dan pembuatan butir PMMA
menggunakan metode CCM untuk mendapatkan bentuk butir yang irengular memanjang
dan pada penelitian ini dilakukan perbandingan antara PMMA dengan aquades pada saat
proses sintering terhadap pembuatan scaffold yang ditinjau dari sifat fisik dan mekanik.
Bahan utama dalam pembuatan scaffold adalah PMMA berbanding aquades dengan rasio
1:0, 1:0,5, 1:1, 1:1,5, 1:2, 1:2,5 dengan metode granule casting dan disintering
menggunakan temperatur 135 ⁰C dengan heating rate 5 ⁰C/menit di holding time selama
4 jam. Pengujian yang digunakan pada penelitian ini yaitu pengamatan struktur mikro
dengan digital microscope (DM) dilanjutkan dengan pengamatan ukuran pori
menggunakan imegeJ, pengujian porositas dan compressive strength. Pada pengamatan
struktur mikro dengan DM dan melakukan perhitungan menggunakan imageJ didapatkan
ukuran pori yang beragam yang memenuhi syarat scaffold pada perbandingan 1:0 dimulai
dari rentang 109-245 μm, pada perbandingan 1:0,5 dimulai dari rentang 109-229 μm,
pada perbandingan 1:1 dimulai dari rentang 100-380 μm, pada perbandingan 1:1,5
dimulai dari rentang 100-299 μm, pada perbandingan 1:2 dimulai dari rentang 129-370
μm, dan pada perbandingan 1:2,5 dimulai dari rentang 100-400 μm. Berdasarkan
pengujian porositas dan Compressive strength, scaffold PMMA yang memenuhi syarat
kualitas adalah pada perbandingan 1:1,5, 1:2, dan 1:2,5 nilai porositas dan compressive
strength masing-masing adalah 61,4% ; 12,9 MPa, 68,7% ; 6 MPa, dan 73,5% ; 2,9 MPa.
Kata kunci : Scaffold, PMMA, Aquades, Struktur Mikro, Porositas, Compressive Strength
Tidak tersedia versi lain