Text
Hubungan kemiringan lereng dengan intensitas curah hujan terhadap besarnya limpasan permukaan
Limpasan permukaan (runoff) merupakan sebagian dari air hujan yang mengalir
diatas permukaan tanah menuju sungai, danau atau laut. Runoff terjadi apabila tanah
tidak mampu lagi menginfiltrasikan air dipermukaan tanah karena tanah sudah dalam
keadaan jenuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemiringan lereng
dengan intensitas curah hujan terhadap besarnya limpasan permukaan dan menganalisis
seberapa besar pengaruh kemiringan lereng dan intensitas curah hujan terhadap
koefisien limpasan permukaan. Pengambilan sampel tanah berlokasi di Sitinjau Laut
Kecamatan Lubuk Kilangan Provinsi Sumatera Barat. Kemiringan lereng yang ditinjau
adalah kemiringan lereng yang sesuai dengan kondisi lapangan dan berasal dari peta
kontur yang didapatkan,serta curah hujan diambil berdasarkan data curah hujan 13
tahun terakhir.
Dari hasil perhitungan debit puncak pada limpasan didapatkan debit puncak
tertinggi terjadi pada tahun 2015 dan 2020 yaitu sebesar 205,85 m3
/dt, sedangkan debit
puncak terendah terjadi pada tahun 2019 yaitu sebesar 88,24 m
3
/dt dan hasil
perhitungan volume limpasan, dengan volume limpasan tertinggi terjadi pada tahun
2020 yaitu sebesar 9,10 m3
/dt, sedangkan volume limpasan terendah terjadi pada tahun
2019 yaitu sebesar 0,70 m
3
/dt. Semakin curam suatu lereng maka semakin besar
limpasan permukaan, dan dari hasil perhitungan distribusi ukuran butiran didapatkan
nilai Cu = 35 dan Cc = 0,8.
Kata kunci : Debit puncak, Kemiringan lereng, Limpasan permukaan
Tidak tersedia versi lain