Text
ANALISIS SEDIMENTASI PADA MUARA SUNGAI BATANG AGAM DENGAN MODEL (Soil and Water Assessment Tool) SWAT
Batang Agam merupakan salah satu sungai terpanjang yang melintasi empat
kecamatan dan sebelas kelurahan yang berada di kota Payakumbuh dan bermuara di
sungai Batang Sinamar. Adanya penumpukan sedimen disepanjang aliran sungai,
terutama di muara sungai Batang Agam dapat berdampak terhadap penyempitan dan
pendangkalan sungai. Hal itu terjadi akibat aktifitas masyarakat didaerah aliran sungai
Batang Agam sehingga mengakibatkan penurunan fungsi sungai. Dengan menggunakan
simulasi permodelan Soil and Water Assessment Tool (SWAT) dapat dianalisis dan
diprediksi dampak pengelolaan terhadap air, sedimen, dan kimia pertanian pada DAS
yang tidak memiliki alat pengukuran. Penelitian ini dilakukan pada DAS Batang Agam
yang bermuara ke Sungai Batang Sinamar. DAS Batang Agam memiliki luas sekitar
461,435 ha. Keluaran dari model SWAT adalah hasil sedimen. Akumulasi hasil
sedimen (terjadi seluruh subDAS terjadi dari rentang waktu 2010 sampai dengan 2019.
(2) Hasil permodelan SWAT pada DAS Batang Agam dengan menggunakan data
selama 10 tahun (2010-2019) menunjukkan bahwa DAS Batang Agam memiliki rerata
hasil sedimen sebesar 126085.52567 ton/ha/thn. Hasil simulasi permodelan
menunjukkan bahwa sedimentasi pada DAS Batang Agam berfluktuasi setiap
tahunnya, dari tahun 2010 – 2019 kala waktu 5 tahun mengalami kecenderungan
penurunan besaran sedimen. Berdasarkan klasifikasi penggunaan lahan, DAS Batang
Agam didominasi oleh hutan lahan basah primer dan kebun di bagian hulu. Sedangkan
di daerah hilir berupa pertanian lahan kering campur semak. Perubahan tataguna lahan
pada DAS Batang Agam itu mengalami perubahan yang tidak terlalu signifikan di
bagian hulu. Pada tahun 2010-2019, perubahan jumlah dan luas HRU mempengaruhi
akumulasi aliran permukaan dan sedimentasi secara temporal.
Kata Kunci: Sedimen, HRU, SWAT
Tidak tersedia versi lain