Text
PEMETAAN CEPAT KAWASAN TERDAMPAK LONGSOR MENGGUNAKAN CITRA MULTI SENSOR DI SEKITARAN GUNUNG TALAMAU, KABUPATEN PASAMAN BARAT
Bencana adalah suatu peristiwa atau rangkaian peristiwa, mengancam atau mengganggu
kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan yang disebabkan oleh faktor alam atau
faktor non alam dan faktor manusia, sehingga menimbulkan korban jiwa manusia, kerusakan
lingkungan, kerusakan harta benda, dan dampak psikologis. Longsor merupakan salah satu jenis
gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng
akibat dari terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng tersebut. Tanah longsor
terjadi karena ada gangguan kestabilan pada tanah/batuan penyusun lereng.
Pada penelitian ini metode yag paling cepat untuk memetakan longsor adalah metode NDVI pada
Citra Sentinel 2 bertujuan untuk mengidentifikasi terhadap kerapatan vegetasi, Hasil dari
pengolahan menunjukan pada kelas lahan tidak bervegetasi memiliki luas 71,87 ha. kelas ini
tersebar di daerah sekitaran Gunung Talamau tepatnya di punggung pegunungan. Kelas ini
menunjukan pada citra daerah tersebut terdapat area bekas longsor. Pada kelas kehijauan sangat
rendah memiliki luasan yaitu 733,91 ha, Kelas ini tersebar pada daerah longsor di barat laut, timur
laut ,timur dan tenggara di Gunung Talamau. Kelas ini meliputi daerah longsor, ladang dan
beberapa pemukiman. Kelas Kehijauan rendah memiliki luas 496,39 ha. Kelas ini meliputi bagian
tepi dari longsor, kelas ini merupakan pembatas untuk vegetasi yang ada di gunung talamau, kelas
ini mengikuti aliran longsor. Kelas Kehijuan Sedang meliki luas 772,26 ha, kelas kehijauan sedang
merupakan vegetasi-vegetasi yang berada pada tepian dari tanah longsor dan ladang perkebunan.
ii
Pada kelas kehijauan tinggi memiliki luasan 22.233,81 ha dan menjadi kelas yang paling besar
luas areanya dibandingkan dengan luas wilayah kelas kelas sebelum nya.
Hasil penelitian citra sentinel-1 menunjukan sebaran Tanah langsor dimulai dari area puncak
Gunung talamau mengikuti lembah dan pola aliran sungai utama hingga area pertanian dan
permukiman panjang larian longsor mencapai ± 4,39 Km ke arah timur menuju tenggara,
sedangkan larian longsor disisi lain sepanjang ± 4,58 Km arah timur laut menuju utara, larian
longsor sepanjang ± 3,7 Km ke arah Barat Laut, panjang turunan longsor 4,72 Km kearah Utara
dan panjang larian longsor 5,64 Km ke arah Timur. Citra sentinel 2 digunakan untuk memvalidasi
secara visual dari hasil proses data SAR wilayah sebaran longsor. Teknik ini kurang dapat
diandalkan di daerah yang bervetasi tinggi serta atmosfer merupakan faktor yang membatasi
kendala hasil
Kata Kunci: Longsor, Sentinel-1,Sentinel-2,SAR,NDVI,bencana
Tidak tersedia versi lain