Text
PEMETAAN KAWASAN POTENSI RAWAN LONGSOR (STUDI KHASUS : KABUPTEN TANAH DATAR, PROV. SUMATERA BARAT)
Pembangunan yang pesat telah menyebabkan perubahan pola penggunaan lahan,
dimana ruang terbangun semakin mendominasi dan mendesak ruang alam untuk
berubah fungsi (Pribadi et al., 2006) menjelaskan bahwa perubahan pola penggunahan
lahan mengakibatkan terjadinya fluktuasi daya dukung sumberdaya lahan, sehingga
menimbulkan terjadinya bencana tanah longsor (landslide). Buol et al.(1980) dan
Darmawijaya (1990) menjelaskan bahwa longsor pada hakikatnya di sebabkan oleh
tidak kemampuan tanah menahan beban diatasnya karena tanah sudah mengalami
degradasi sifat sifat tanah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode pembobotan
skoring. Hasil analisis dari 5 parameter kawasan potensi rawan longsor di Kabupaten
Tanah Datar diperoleh 3 klasifikasi tingkat kerawanan yaitu kawasan rawan longsor
dengan tingkatan tinggi seluas 2032,6955 ha kawasan rawan longsor dengan tingkatan
sedang seluas 16174,395 ha dan kawasan rawan longsor dengan tingkatan rendah seluas
6284,6345 ha. Kawasan rawan longsor dengan tingkatan tinggi yang paling luas
terdapat di Kecamatan Lintau Buo Utara. Kawasan rawan longsor dengan tingkatan
sedang yang paling luas terdapat di Kecamatan Lintau Buo Utara. Kawasan rawan
longsor dengan tingkatan rendah yang paling luas terdapat di Kecamatan Sepuluh Koto.
Kata Kunci : Skoring Dan Pembobotan, Longsor, ArcGis, Parameter.
Tidak tersedia versi lain